Wednesday, May 25, 2011

Denganmu, Dalam Perjalanan

Hujan yang berkunjung tanpa undangan, mengirimkan pagi yang gigil. Namun denganmu tetap saja menyenangkan. Sejak malam kita bersiap dalam sebuah perjalanan. Tak ada yang luput dari sapanya, rintik yang beralun itu, pohon-pohon, jalanan, kaca mobil, dan juga helai-helai rambut kita.

Perjalanan kita sederhana. Dengan kereta menuju sebuah kota yang hijau dimana-mana dan senyum yang harganya murah sekali. Di ujung jalan yang kita tatap, pagi masih saja mengabut. Namun sejuknya membuatku mengerti betapa rindu sungguh kunanti hangatnya jemarimu di bahu dan pinggulku kala mendekap.

Perjalanan kita diiringi lagu-lagu lama yang biasa saja, yang nyaman di telinga. Pemandangan kita hanya pedagang asongan yang menjajakan air juga linting tembakau yang senang kau sesap itu, ibu-ibu yang memikul sayur di pundaknya, juga petani yang berkelebat dalam kaca.

Denganmu begitu sederhana sekaligus luar biasa menyenangkan. Tak ada yang ingin kuubah dari malam yang mengirimkan kantuk, lalu kau membiarkanku lelap di bahumu, juga pagi sejuk yang menyapa seperti senyummu saat kubuka mata. Hujan-hujan malam dan senja yang indah menjadi teman kita.

Ketika kita tiba, ternyata tak ada yang lebih indah, saat kusadari dalam perjalanan aku jatuh cinta.



Jakarta, 25 Mei, 2011


No comments:

Post a Comment