Thursday, May 26, 2011

Aning Purwa, Pemberontakan Seorang Perempuan

Teringat saya pada percakapan kami siang itu di Kloneng. "Puisi-puisiku tentang pemberontakan," katanya saat saya bertanya tentang puisi-puisi yang ia buat. Saya membaca seluruh puisinya yang saya temukan dalam catatan di Facebook-nya di hari saya kembali dari Jogja.

Menyelami puisi Aning rasanya seperti tenggelam dalam pada sosok perempuan yang memberontak dari pasung. Keberanian, ketegaran, sekaligus ketabahan terpampang jelas dalam kata-katanya. Pemberontakan itu terasa begitu kuat menonjol, perlawanan, membebaskan dirinya dari segala jerat. Hukum yang terbentuk dalam kehidupan kerap membuat perasaan terpenjara. Namun Aning menunjukan keberanian, ketegaran,  sekaligus ketabahan yang terpampang jelas pada kata-katanya. Mengetahui sedikit kisah hidupnya dari teman saya, Suci, yang membawa saya berkunjung ke Kloneng, memberi gambaran yang lebih terang untuk memahami puisinya. Jelas bahwa ternyata kehidupan ternyata tak selalu mulus dan seindah yang diharapkan. Namun Aning berani! Berani menghadapi, berani melawan.

Maka nikmatilah pemberontakan dan keberanian Aning di bawah ini:


Surat Cinta Dari-NYA


Kepada :
Aning

Aning,
Apa kabarmu sayang?
kemarin,AKU telah mengirim seorang lakilaki yang selalu menyakitimu,
apakah kau baikbaik saja?

Mmm,AKU juga telah membuatmu tak menemukan tanda keadilan,
Dan aku jauhkan darimu,kebenaran yang terang itu,
Apakah kau tidak tersesat sayang?

Aning,
AKU bahkan telah membuatmu di fitnah dengan kejinya
Oleh orangorang yang tak pernah puas menyakitimu,
Juga oleh lakilaki yang menganiayamu itu,
Tetapi,kenapa kau malah memaafkan mereka?
Kenapa kau tak membalas mereka?
Tak mendendamkah kau atas semua yang mereka lakukan?
Ikhlas kah kau sayang?

Ah,Aning...
Kau teramat sabar,tabah,dan kuat rupanya...

Atau,sebenarnya kau ingin menangis,tapi malu?
Karena,bukankah kau sendiri yang bilang
Kepada anakmu,temantemanmu,dan kepada siapapun
Bahwa :

”Hidup itu jangan mengeluh,dan jangan menangis....!”
katamu.

Oia, bukankah AKU juga sudah membuat hak hakmu di rampas tho?
Termasuk anakmu,
Yang kau lahirkan dari rahimmu dengan meregang nyawa itupun,
Aku jauhkan dari pelukanmu.
Apakah kau merasa tersiksa sayang?

Oh Aning,
Tanpa sepengetahuanmu,
AKU diam diam mengamatimu sayang.
Memperhatikanmu....diam diam.....
Ketika kau turun ke jalanan
Menggauli pemulung,pengemis,anakanak jalanan juga orang gila,
Bahkan pada malam lebaran itu,
Ketika takbir berkumandang dan kau tak lagi bisa menikmatinya,
Dengan keluarga,baju baru,kuekue,ketupat,dan tethek mbengeknya lebaran,
Seperti yang bisa kau nikmati di lebaran lebaran sebelumnya.

Aning...Aning...
Kenapa kau malah tidur di trotoar bersama mereka?
Dan baru menyambangi Rumah-KU ketika subuh tiba?
Padahal,malam itu AKU menunggumu...
AKU ingin mengajakmu bepergian ke suatu tempat yang nyaman.
Ah,tapi kau lama sekali sayang...

Hmm...
Tanggal 25-09-2009
Bukankah usiamu genap ke-25 pada tanggal itu?

Dan maaf sayang.
AKU tak menyiapkan kue taart dengan lilinnya,
Juga lupa mengucapkan selamat ulang tahun padamu,
Aih,apakah aku telah pikun ya?
Ah,tidak juga...
Buktinya,
Setelah AKU kirim untukmu seorang lakilaki temperamental,
Setelah AKU jauhkan keadilan dan kebenaran darimu,
Setelah AKU membuat kau di fitnah dan di tuduh dengan kejinya,
Setelah AKU membuat hak hakmu di rampas paksa,
Setelah AKU membuat anakmu jauh dari pelukanmu....

Dan setelah bukti cinta-KU padamu,
Setelah semua cobaan,ujian,kesakitan,penderitaan,yang aku berikan itu,

Akhirnya,AKU berhasil membuatmu telanjang di hadapan-KU sayang,dan akhirnya,

Bercintalah kita...

Lalu,kaupun berkata setelahnya,

”Ya Allah,Ya Tuhan,Ya Robb,Ya Kariim,Ya Rahman,Ya Rahim...”
”Tuhan...Sungguh nikmat sekali bercinta dengan-MU,
Sungguh benar benar nikmat,terima kasih Tuhan....”

Dan itulah,kado terbaik untukmu,sayang...

Aning,
Setiap waktu,AKU selalu menunggumu untuk datang kepada-KU
Dengan ketelanjanganmu tentunya.

Rindukanlah AKU selalu...

Salam Hening, Salam Sunyi.


Dengan Cinta,

Tuhan


29-09-2009



Mainanku Hilang/Aku (lakilaki) Pengecut


Bapak...
Aku takut sekali
ijinkan aku bersembunyi
di bawah ketiakmu
karena,tadi sore...
aku memukuli kepala istriku
dan melebamkan matanya
juga merontokkan giginya
karena dia
melihat bangkaibangkai
yang aku sembunyikan
dengan rapat di dalam peciku

Ibu...
Aku takut sekali
Biarkan aku meringkuk
Di dalam rok mu
Karena,tadi malam...
Aku menendang perut istriku
Yang sedang mengandung anakku
Dan banyak darah mengucur ke tanah
Karena dia
Menyentuh janinjanin yang aku aborsi
Dari para wanita selingkuhanku

Hore...
Bapak,Ibu...
Aku senang sekali
Ternyata istriku tak menangis
Tak meronta
Tak berteriak!
Dia diam saja
Persis seperti boneka

Tuhan...
Yang Maha Pengasih dan Penyayang
Yang Maha Maha
Aku gembira sekali
Ternyata istriku tak melapor ke polisi
Dia mau saja aku kebiri
Dia tak berlari
Dan,
Dia tak memasukkan aku ke bui,
Jadi napi...!

Ha ha ha
Wahai kawan kawan ku...
Istriku ini
Sungguh lugu
Benarbenar mainan yang lucu
Dia tak pernah berinterupsi
Tak pernah

Aih...
Bapak,Ibu...
Selamat pagi
Aku merasa gagah sekali pagi ini
Tapi,
Di mana istriku?
Di mana mainanku?
Dia lepas dari tanganku
Pergikah dia?
Hilangkah?

Oh,Tidak...!
Aku belum puas
bermainmain dengannya
Dia mainan terbaikku
Di manakah dia?!

Ahh!!
Tak seorangpun
Ku biarkan menemukan dan memilikinya
Bila tak jadi milikku
Maka,
Tak seorangpun!

Di mana dia?
Akan aku hancurkan saja,aku kubur
Lalu,
Aku beli mainan baru
Dan ku mainkan
di atas pusara itu.


Gunungpati,18 September 2009



Sajak Anakku


Anakku,
tetestetes air mata
laksana batubatu mukul sepi
linangan bening
menggenangi waktu
kala suara menjalari pilu
dari kalbu
yang di koyak
palupalu,pakupaku,pisaupisau,
dan pelurupeluru
: ngilu

di rintih perih
di darahdarah
memerah senja
terseok....ku tukar,ku gadai
pun ku luruh nyawa
selamat datang di dunia,
anakku.

pun gundah menengadah
dalam usap berusap
jarijari mungil gigil,
cahaya hangat
mendekap.

dalam resah mata
disana do'a menjelaga
di larilari kecil,
kerinduan akan sapa
: I b u....!

anakku,
warna jaman,
tak mampu menikam sayang.
detak jantung,isyarat naluri
raga meraga,merupa engkau.

jerujujeruji di pasungan,
terpatahkan.
tampari saja
hidup dan kehidupan.

nafas ibu
tak sampai berhembus padamu.
dekap ibu
tak kuasa menyentuhmu.
pun begitu
akulah ibu,
yang redup untuk binarmu.

meski kunangkunang
menakuti malam,
bayangbayang menakuti tuan
dan purnama
menakuti bulan.

Anakku,jangan menangis.....!
gagahlah!
tegaplah!
menanglah dari menang.
dengan segenap
ruhjiwakasihkalburinduku.

berjuanglah!
berperanglah!
di hidupmu,

Jangan takut,
Anakku.....!


EloProgo
07 September 2009



Kejujuranku


Aku mengakui
aku adalah
serupa binatang ganas beringas
bertubuh manusia
berjiwa iblis

aku
suka ber hurahura
agar termanipulasi
huruhara sebenarnya
yang berkecamuk di otakku
karena aku
memang bermuka dua, tiga, atau mungkin lima

Lapar akan duniawi
menjadikanku rakus
dan benarbenar mabuk
karena,
tahukah engkau
wahai saudara-saudara

akulah
maling necis berjas
yang selama ini
merampas hak hak kalian

akulah
pecundang berpeci hitam
yang berakting religius
menjadi raja dari segala pendosa

sungguh bagiku
Tuhan pun semua kitabNya
adalah sepele tele
remeh temeh
percuma!!
tak berguna!!

akulah
pengecut berdasi bau trasi
yang tiap langkahku
adalah kebusukan yang maha busuk

akulah
lakon sandiwara berdarah
yang benarbenar darah

akulah
penikmat sajian
yang teracik apik
dari cincangan
atas kepala kepala
yang di penggal
dari tubuh kebenaran murni
yang ku anggap basi

akulah
siluman yang sedang leluasa berpesta
di gedung dan istana
tempat kalian menaruh hormat untukku

Ya!!
aku sangat menikmati
alunan kegaduhan
yang telah kucipta sendiri

aku ini...
memang binatang ganas beringas
bertubuh manusia
berjiwa iblis
aku sungguh siluman laknat
benar-benar pecundang
bermoral busuk
dan pengecut
berlidah api

ha ha ha ha ha ha

Ahh...!!!
semoga saja
kalian tak pernah
mempercayai kejujuranku ini

Karena aku
memang tak pernah jujur!!

ha ha ha ha ha ha


Semarang, 14 November 2009



Aku Ingin Waras


Apa yang kalian lihat?
kenapa sorotsorot mata itu,
sungguh sangat meledekku?
kenapa jarijari itu menuding hina padaku?
seraya dengan bangga tertawa bak dewa!
kalian berkata :

"Orang gila....!
Orang gila....!
Orang gila....!"

Arrggh....!
Kalian kira,aku ini gila?

Hah!
Ya...ya...aku ini gila....
Hmm...Memang...memang...

Bukankah,
aku dengan wajah asliku sekarang?
wajah asliku sendiri
wajahku sendiri
wajah,sendiri...

Aha!
aku ada ide...
kenapa tidak kalian saja yang mengajariku
bagaimana menjadi waras
atau,setidaknya
tunjukkan padaku
cara cepat menjadi waras
aku pun sungguh ingin waras seperti kalian...
agar aku bisa menuding
ke wajah yang gila menurutku...

Maka,
tariklah benang dari langit
dan ikatkan pada otakku,
di bagian belahan bumi yang lain
telah di sediakan negaranegara gila,
lengkap dengan undangundangnya

Silahkan abadikan
lirikan sinis atasku
maka,tidurlah pulas nanti
agar temukan juga kegilaanmu menemaniku

Dan biarkan
sejenak waktu aku berkeliaran
di semesta kewarasan
untuk bisa mengintip,
dan memastikan
sedang tertawakah DIA?
setelah bencanabencana
yang di cipta-NYA dengan penuh cinta

Sungguh...
DIA,
tak ingin terlihat,
tak mau terlihat,
tapi aku melihat-NYA

Dan aku,
tak lagi menggiring do'a
yang beribu kali menjadi tanya
tak sudah...


10 Oktober, 2009



Ayun-ayunan


Si ayunan
berkata :

"Janganlah engkau lena
dan terbuai padaku,
pada angin sepoi yang membelai
dan nikmatnya aku,

Cepatlah tersadar
jika datang badai
atau jika taliku putus,

Pun
terjatuh dariku
terguling
terjerembab ke jurang,

Jangan mengeluh,
dan menangis...!"


Semarang,23 September 2009


No comments:

Post a Comment