Thursday, November 7, 2013

Pejuang ASI

Langit hari ini genap berusia enam bulan dan dinyatakan lulus ASI eksklusif. Mamanya senang sekali akhirnya bisa berhasil ngasih Langit yang terbaik. No sufor, no water, breastmilk only. Perjuangan untuk ngasih ASI eksklusif untuk Langit bisa dibilang alhamdulillah mudah dan lancar. Waktu hamil saya cuma berbekal banyak baca tentang ASI dan seputar hal-hal menyusui. Salah satunya yang jadi pecut bagi saya untuk bertekad kuat memberi ASI eksklusif untuk Langit adalah ketika membaca buku ID Ayah ASI. Sebagian orang mungkin bisa bilang buku ini biasa-biasa saja, cerita standart, atau apa pun itu. Yup, saya juga bilang begitu tapi dibalik cerita yang biasa-biasa dan standart ini saya melihat perjuangan yang kuat bagaimana ayah atau pun ibu ingin memberikan yang terbaik untuk bayinya. Bagaimana godaan-godaan itu datang baik dari pihak luar seperti Rumah Sakit, dokter maupun suster, teman atau tetangga, sampai orang-orang terdekat sendiri seperti orangtua, mertua atau adik dan kakak. Dari buku itu saya belajar bagaimana caranya memiliki tekad dan semangat kuat serta belajar bagaimana caranya menghadapi cobaan-cobaan seperti itu jika terjadi kepada saya.

Beryukur banget saya punya suami yang memberikan dorongan 1000% dan keluarga yang mendukung untuk memberi ASI dan tidak menggunakan dot kepada Langit, walaupun ada sih sebagian dari mereka yang sempat keheranan dan mempertanyakan ketika melihat saya memberikan ASI perah menggunakan cup feeder. Tapi semuanya dikembalikan lagi kepada saya sebagai orangtuanya Langit. 

ASI saya sebetulnya sudah keluar tepat di pagi hari setelah saya melahirkan Langit, tapi hanya sebatas kolostrum yang hanya setetes-setetes saja. Tapi berbekal ilmu yang saya miliki saya tidak merasa khawatir dan tetap tenang dan senang. Pihak RS St. Carolus pun sangat pro ASI, sehingga dokter dan para suster pun selalu memberi semangat dan dukungan alih-alih nyodor-nyodorin buat pake sufor atau nakut-nakutin si ibu bahwa ASI-nya dikit dan si bayi bakal kelaperan kalau gak dikasih sufor.

ASI saya keluar lancar saat di hari keenam. Saat itu sekali perah untuk dua payudara saya bisa menghasilkan 150-250 ml. Namun Langit saat itu belum bisa menyusu langsung dari saya, sampai kami 4x mengunjungi klinik laktasi dan seminggu setelah Langit lahir dia malah harus dirawat dua hari di RS karena bilirubinnya cukup tinggi (gak tinggi-tinggi banget sebenernya saat gue udah tau sekarang) dan minumnya kurang karena belum bisa nyusu langsung itu yang menyebabkan berat badannya turun banyak dari berat saat Lahir. Waktu langit masuk RS dan harus disinar rasanya kaya kiamaaaaat (emang lebay banget deh, maklum yak ibu baru, ngeliat anak gue ditutup matanya dan disinar biru sampe kepanasan sedih banget, sampe nangis bercucuran airmata dan sesenggukan seharian. Suster-suster di sana sampe keheranan kayanya ngeliat gue, anak cuma kuning aja kok emaknya nangis kaya anaknya kena penyakit ajaib dari planet lain yang gak ada obatnya). Tapi emang kadang Tuhan ngasih berkah dengan caranya yang ajaib, justru karena Langit dirawat di RS saat itulah dia bisa nyusu lancar langsung ke saya. Suster di sana melarang saya nyuapin Langit ASIP dengan sendok, katanya "Kalau ada mamanya harus nyusu langsung, kalau malam saat mamanya tidur baru suster yang suapin pakai sendok." Alhasil karena paksaan suster di sana dan diajarin juga, tepat malam pertama Langit dirawat dia langsung nyusu lancar 40 menit non stop melekat pada payudara saya. Wohooo...


Saya mulai stok ASI saat usia Langit sebulan, patokannya minimal sehari ngestok 100ml ASIP. Alhamdulillah lagi setiap hari selalu lewat dari target. Saya bisa stok per harinya 3-5 botol @100ml di freezer. ASI saya sempat seret keluarnya sampai beli booster ASI Mama Soya. Cuma diminum seminggu dan modal positif thinking aja kalau ASI nya pasti banyak, ASI saya keluar lagi dengan lancar jaya. Sebulan sebelum masuk kerja stok ASIP saya di kulkas mencapai hampir 140 botol @100 ml, sampai akhirnya memutuskan untuk menyewa freezer ASIP karena kulkas di rumah gak muat lagi. 

Hari ini, meski Langit sudah lulus ASI eksklusif dan sudah mulai belajar makan, mamanya tetap bertekad memerah ASI setiap hari sampai benar-benar tidak mampu lagi berproduksi. Semoga Langit tumbuh jadi anak yang sehat dan kuat.

Ini dia stok ASIP untuk Langit. Foto ini diambil 3 hari sebelum Langit tepat berusia 6 bulan. 













Lulus ASI Eksklusif


Heiii, we did it, son!

Hari ini Langit tepat 6 bulan dan lulus ASI eksklusif lho! Mama is so proud can give the best for him.
Meskipun begitu perjuangan memerah dan menyimpan ASI untuk Langit masih akan terus berlangsung sampai Mamanya ga bisa lagi produksi ASI.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails