Wednesday, July 27, 2011

Damn, Indonesia!!!

Ini yang kadang-kadang membuat saya kesal menjadi warga negara Indonesia. Kalau ada sesuatu yang gak becus, gak profesional, yang apa-apa perlu disogok duit dulu, pasti orang sering bilang: "Yah, namanya juga orang Indonesia." Iya, namanya juga orang Indonesia. Memang kebanyakan yang gak becusnya!!!

Kekesalan saya siang ini datang dari orang-orang Indonesia (inget tuh, orang Indonesia) yang bekerja di Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. Masih tentang Matt, pacar teman saya, Anda, yang sedang koma di sebuah rumah sakit di Bali. Pagi ini kabar terbaru yang saya dapat adalah Matt direncanakan akan dievakuasi ke Perth, Australia, untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih baik. Masalahnya adalah Matt tidak bisa segera dipindahkan kesana karena passport-nya masih berada di Kedutaan Besar China di Jakarta. Matt memang seharusnya pindah ke China bulan ini. Dia diterima sebagai guru di sebuah sekolah di sana. Mungkin banyak dokumen-dokumen dia yang masih berada di Kedutaan Besar China dikarenakan pengurusan kepindahannya, salah satunya adalah passport-nya.

Saya iseng sebetulnya, iseng yang saya kira mungkin bisa membantu nanti (meskipun saya yakin hal ini pasti sudah keluarga Matt dan Anda lakukan juga). Saya berusaha mengontak Kedutaan Besar Inggris dan menceritakan perihal ini. Saya ingin tahu bagaimana nanti informasi yang saya dapat, apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu, warga negara mereka kan sedang butuh bantuan dan keadaanya mendesak. 

Saya mencari nomor telepon Kedutaan Inggris di internet dan menemukan website resminya. Di sana dicantumkan nomor telepon konsulat yang bisa dihubungi, namun di bagian bawah tercantum nomor telepon untuk hal-hal mendesak dan darurat. Jadi saya putar nomor tersebut. Belum ada dua kali deringan, teleponnya langsung diangkat. Dalam hati saya sempat mengucap syukur. Tapi kekesalan saya mulai muncul saat saya baru setengah bercerita, mencoba menjelaskan keadaan Matt, perempuan di seberang itu langsung memotong omongan saya dan meminta saya langsung menelpon ke bagian konsulat. Dan klik, telepon ditutup.

Sial, dalam hati saya. Katanya itu line khusus untuk keadaan medesak dan darurat. Bagaimana itu orang mau tahu masalahnya darurat kalau belum selesai sudah dioper dan ditutup teleponnya. Saya gak mau kesal lama-lama, jadi saya langsung putar nomor telepon konsulatnya. Hampir delapan kali saya memutar nomor tersebut tapi tidak ada jawaban. Lalu saya ngeh, di website itu ditulis jam operasional adalah jam 08.00-12.00 dan 14.00-16.30. Saya lihat jam di komputer saya baru menunjukan jam 13.27. Masih setengah jam lebih lagi saya harus menunggu kalau begitu. Saya mencoba menelpon lagi ke nomor emergency tersebut, tiga kali, dan tak ada jawaban.

Ketika jam tepat menunjukan pukul dua, saya langsung memutar nomor konsulat lagi. Langsung diangkat. Kurang lebih sama. Saya baru separuh cerita, perempuan yang bernama Nilna tersebut bilang, "Langsung saja telepon konsulat yang di Bali. Mereka tadi sudah cerita. Telepon ke sana saja, mereka lebih punya banyak info."

Sumpah, nyebelin! Oke. Saya sempat berfikir saat perempuan itu bilang "mereka tadi sudah cerita," mungkin berita tentang Matt itu sudah sampai juga di Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. Anda memang sempat bilang di grup tadi pagi bahwa dia perlu untuk menelpon ke Kedutaan, tapi saya sendiri tidak tahu apakah yang ditelepon oleh anda itu Kedutaan Inggris atau Kedutaan China. Tapi coba deh bayangkan, seandainya ada orang lain yang bernasib serupa dengan Matt atau katakanlah cerita saya yang ternyata berbeda dengan yang perempuan itu anggap, apa nasibnya?!

Orang-orang itu mungkin merasa tidak berkepentingan, gak mau repot, merasa bukan urusan mereka, merasa hal ini bukan bagian dari pekerjaan yang mereka harus lakukan, sehingga bersikap seperti itu. Tapi seharusnya, setidaknya, mereka mendengar dahulu. Tidak memotong begitu saja, mengoper telepon dan mematikan teleponnya.

Saya tidak lagi mencoba menelpon konsulat yang ada di Bali. Rasa kesal saya tadi siang sudah di ubun-ubun. Saya yakin pasti pihak keluarga Matt atau Anda juga sudah melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan. Saya bisa membayangkan bagaimana kesalnya mereka, orang-orang yang secara langsung dekat dengan Matt, jika diperlakukan seperti saya tadi.

Seperti teman saya, Oneng, bilang tadi siang di BBM, "gw bingung, Mei, tapi ga tau mesti ngapain." Sama, saya juga!


pic from here

Need Your Help!

It's not about me.
It's about my bestfriend's boyriend.


Berita tentang Matt saya dengar sekitar dua minggu lalu. Kabar itu disebarkan seorang teman di grup teman-teman kuliah di Blackberry. Matthew Taylor, kekasih teman saya, Anda, yang tinggal dan bekerja sebagai guru di Sanur, Bali, mengalami kecelakaan motor. Tengkorak kepalanya retak dan matanya rusak. Matt sempat menghilang seharian (Sabtu, 9/7/11), sebelum akhirnya berhasil ditemukan Anda di sebuah rumah sakit sebagai korban kecelakaan. Saat Anda tiba, Matt kabarnya belum ditangani oleh pihak rumah sakit karena tidak ada kerabat yang menjamin untuk biaya perawatan. Namun akhirnya malam itu juga langsung dilakukan operasi dan biaya sementara ditanggung oleh teman-teman dan kerabat Matt di sana. Orangtua Matt di London segera terbang ke Bali setelah mengetahui kabar tersebut dari Anda.

Setelah mendengar kabar itu, saya memang sengaja tidak menghubungi Anda lewat telepon. Saya hanya mengirimkan pesan pendek untuk dia dan tidak ada balasan. Beberapa teman yang sudah menelpon Anda menyarankan agar jangan menghubungi dia dulu karena setiap ditelpon Anda pun tidak banyak bicara tapi menangis saja.


Semalam, teman-teman kuliah saya di grup ramai lagi membicarakan tentang Matt. Matt koma dan butuh dana besar. Berita itu disebarkan melalui Facebook, Twitter, Milis alumni Sastra Belanda UI., dan juga grup-grup di Blackberry. Seorang teman, Dahlia, yang sedang melanjutkan studi S2 di Belanda juga membantu menyebarkan berita ini kepada teman-teman dan alumni di sana untuk menggalang dana. Berita tentang Matt bahkan sudah tersiar dibeberapa media lokal di Inggris.

Orangtua Matt sudah menghabiskan dana sebesar 15.000 poundsterling untuk biaya rumah sakit Teman-teman Matt dari Spring Cottage Road juga telah mengeluarkan dana yang besarnya kurang lebih sama dua pekan lalu saat Matt harus segera di operasi. Sejak operasi tanggal 9 Juli lalu, Matt berada di ruang ICU. Terdapat banyak cairan di kepalanya, batok kepalanya harus direkonstruksi dengan mengambil tulang dari pahanya. Hal ini tentu membutuhkan biaya yang besar.

Berita ini sengaja saya tulis di dalam blog, agar siapa pun yang membaca tulisan saya ini mungkin tergerak hatinya untuk membantu. Mereka betul-betul membutuhkan dana dan kondisinya sangat kritis. Bantuan bisa dikirim ke Bank Mandiri, dengan nomor rekening 157-0000-877796 atas nama Nurul Handayani.
 

Berikut dua link dari media di Inggris yang juga memuat berita tentang Matt.




pic from here


Tuesday, July 26, 2011

Menjadi Baik

Menjadi baik pasti menyenangkan. Menjadi baik biasanya membahagiakan. Menjadi baik membuat hatimu tenang.

Tapi, menjadi baik bukan berarti diam saja dan mengiyakan segala. Menjadi baik bukan berarti tidak bertindak saat seseorang menyerangmu. Menjadi baik bukan berarti menjadi bodoh.

Kadang, menjadi baik itu membosankan.


Dan, tau kah? Sekali-kali menjadi jahat ternyata rasanya seru juga!



--------------------------------------------------------------

I can be a devil if needed. Don't you dare me!!!

Kosong

aku membenci jam-jam kosong
ketika kau hadir hanya dalam khayalan
tanpa bisa kudekap lebih erat
aku membenci  ruang-ruang kosong
ketika dinding-dinding menjadi beku
dan cahaya lampu temaram
aku membenci matamu
yang kosong
dan memantulkan namanya


Jakarta, 26 Juli, 2011

Pic from here

Friday, July 22, 2011

Buntu

di ujung gang. buntu.
dinding-dinding beku, serta jalanan layu


Jakarta, 22 Juli, 2011


Fresh From London

Harry Potter: "Can we find all this in London?"
Hagrid: "If you know where to go."



Oke, karena ada yang ngarep minta di publish cerita dan foto-fotonya di blog ini, gw kasih deh buat lo, Nge... Biar makin eksis, hahaha!

Teman kuliah saya dulu, Punge, baru-baru ini habis mengunjungi London, sukses untuk kedua kalinya bikin saya ga bisa tidur, ngiri sampe kepala cenat cenut. Hahaha! *lebay* Setelah beberapa hari lalu dia ngirimin foto billboard Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2 yang segede gaban, kemarin sore dia makin bikin saya mupeng lagi dengan cerita dan foto-foto kiriman dari sana.

FYI, saya ini pecinta berat kota London dan Harry Potter, maka sempurna sudahlah si Punge bikin saya  tersiksa dan ngiri setengah mati dengan ceritanya tentang London dan "kehebohan" orang-orang di sana menyambut last part-nya Harry Potter. Saya bisa ngebayangin gimana euforianya di sana berasa bangeeeeeeetttt!!! (Huuaaa,, ngiriiiiii..!!!)

Well, ini dia foto-foto, sebagai bukti otentik, kiriman si Lucky Bastard, hehehe....


Big Ben and Double Decker, it's so London

Stasiunnya Harry Potter, aslinya modern banget yaa..

National History Museum, tangganya bikin inget film Harry Potter ke-1
Bangunan di London keren-keren. *sigh*

Buckingham Palace, jengukin Oma Eli katanya, hahaha... :D

I really love the hat. Kostum penjaga istana paling lucu

Westminster Abbey

Zebra Cross at Abbey Road - The most famous zebra cross in the world. :P

Eeeaaa, ini dia tersangka utama yang bikin saya ngiri. Foto sama Daniel Radcliffe, berasa mirip kali yaa?! Wkwkwk...

Bukti otentik gw juga nih, Nge. Bukti emang lo yang ngarep di publish di blog gw, hehe!


Thursday, July 21, 2011

Pembuat Topeng

Dia membuat topeng dengan ribuan kata. Merangkai kata-kata, lincah jemarinya, gemulai lenggak lenggok pena di atas kertas kosong. Dia bebas membuat apa saja dengan imajinasinya. Diksi-diksi yang indah dan sempurna. Harus sempurna! Sebab nanti akan banyak orang yang melihatnya. Membacanya. Jika ada saja ukiran yang kurang halus dari kata-kata yang kurang pas, coreng lah pasti mukanya.

Dia membuat topeng dari tingkah laku. Yang sopan, yang anggun, yang mempesona. Dan baik, tentu saja. Harus baik! Boleh lah sedikit nakal, baginya. Hmmm, bukan, bukan nakal. Unik. Berbeda. Iya, begitu rasanya (mungkin). Sebab berbeda itu akan menjadikannya istimewa. Orang-orang akan melihatnya dengan "wow."

Dia membuat topeng dari lagu-lagu dan puisi. Membuat hati dan telinga larut dengan melodinya. Merdu, syahdu, menyenangkan. Harus menyenangkan! Sebab yang menyenangkan selalu dianggap membuat bahagia orang. Orang-orang menganggapnya begitu. Dia juga harus membangun citra.

Dia membuat topeng dari gurat wajah keluarga bahagia. Kemapanan. Suami yang cinta kasih. Anak-anak lucu yang penuh cerita dan bakat luar biasa. Ia pun menjelma ibu yang baik hati. Setia.


Dia membuat topeng-topeng dengan ukiran istimewa, yang indah, yang menyenangkan, yang penuh gurat kebahagiaan.

Dia membuat topeng-topeng untuk dipakai di wajahnya sendiri. Mayang berselendang. Topeng yang sempurna. 


Lacur!



Jakarta, Juli 2011

pic from here

Mencintai Embun

tiap pagi
kau sesap cinta
yang hampa rasanya


Jakarta, 21 Juli, 2011

Monday, July 18, 2011

Pintu-pintu Terkunci

setiap kali hendak membuka pintu
atau mencoba menyibak helai tiraimu
ada sesak menyerang
dan tanda tanya bergelantungan
menyusup tajam, tenggelam
menembus pikiran-pikiran terdalam.
di dalam ruang
dinding-dinding menjadi beku
air muka berkerut
apa gerangan dibalik pintumu?


Jakarta, 18 Juli, 2011


picture from here

Your Mother

“The Prophet Muhammad (sws) told us that we must obey Allah and His messenger at all times. But who else did he tell us to listen to, and be close to?

“My Mother!”


Who should I give my love to?
My respect and my honor to?
Who should I pay good mind to - after Allah,
And Rasullullah?
Comes your Mother,
Who next? Your Mother
Who next? Your Mother
And then your Father

Cause who used to hold you
And clean you and clothe you?
Who used to feed you
And always be with you?
When you were sick, stay up all night,
Holding you tight?
That’s right no other, your Mother

Who should I take good care of,
Giving all my love?
Who should I think the most of - after Allah
And Rasullullah?
Comes your Mother,
Who next? Your Mother
Who next? Your Mother
And then your Father

Cause who used to hear you
Before you could talk?
Who used to hold you
Before you could walk?
And when you fell, who’d pick you up?
Clean your cut?
No one but, your Mother, your Mother

Who should I stay right close to?
Listen most to?
Never say no to – after Allah
And Rasullullah?
Comes your Mother,
Who next? Your Mother
Who next? Your Mother
And then your Father

Cause who used to hug you
And buy you new clothes?
Comb your hair and blow your nose?
And when you cried who wiped your tears?
Knows your fears? Who really cares?
Your Mother

Say Alhamdulillah,
Thank you Allah
Thank You Allah for my Mother


Get the song and video from here

Tak Selalu Seperti Peri

: Suci Wulandari


sebab tak semua ibu selalu mewujud seperti peri
berkilauan indah, melayang dengan sayap  kunang-kunang
seperti yang seringnya hinggap pada mimpi-mimpi malammu
dan tak semua ayah juga menjelma nabi
dalam hari-harimu

yang tercermin dalam kolam di matamu dan mataku memang tidak selalu sama

tak harus semua ibu mengantar anak ke sekolah setiap pagi,
tak perlu disisirkan rambutmu setiap berangkat bermimpi,
meninabobokan lagu-lagu merdu dan kau lantas lelap dalam buainya

yang aku tahu,
semua ibu penuh cinta
meski mungkin tak terungkap kata
sebaiknya itu saja yang dimengerti

tak harus semua ibu mewujud seperti lagu yang kukirimkan pagi ini


Jakarta, 18 Juli, 2011

picture from here

Sunday, July 17, 2011

Perempuan Cinderella

kau tebalkan lagi selapis demi selapis
gincu merah di bibirmu
meski habis mandi masih harus
nyuci dan menyapu
malam hari
senang kau curi mimpi
juga parfum wangi
milik ibu tiri
dalam gelap yang lelap
kau pura-pura menangis
agar besok pagi menjadi nyata mimpimu
pangeran berkuda putih mengetuk
pintu rumahmu


Bekasi, 17 Juli, 2011


picture from here

16.07.11

maka baringkan jasadku di luas angkasa
akan kupeluk ingatan dan namamu
sebagai kenangan yang antara pernah dan tak pernah kumiliki
namun ada

dan bangunkan aku lagi dengan kecupmu yang bercahaya
di garis pantai dengan lembayung senja
kutemui kau lagi
janji


pic from here


Bekasi, 16 Juli, 2011

Kan, Ini Bagiku

Kan, ini bagiku:

Pacar yang pintar lebih menyenangkan daripada punya pacar berduit tapi yang beli otak aja gak mampu.
Pacar yang punya banyak buku lebih membanggakan daripada punya pacar yang mobil di garasinya berjejer tapi di dalam rumahnya tak bisa ditemui rak buku.
Pacar yang wawasannya luas dan berpikiran terbuka akan lebih seru diajak berdiskusi tentang apa saja, dibandingkan pacar yang cuma mumet otaknya dengan memikirkan bagaimana caranya dengan usia semudanya, tapi jumlah rekeningnya sama besar dengan milik orangtuanya.

Tapi, kalau bagimu: *)

Masih ingin menunggu dijemput seorang pangeran berkuda putih yang membawamu ke istananya, ya silahkan saja, tidak ada juga yang melarang.
Masih ingin menunggu laki-laki berjas dan berdasi mengetuk pintu rumahmu, sambil membawa rangkaian mawar dan mobil mengkilat, ya silahkan, siapa juga yang mau marah?
Jika kamu katakan, kau menunggu lelaki yang bisa membiayai seluruh dana pernikahan dan membawamu jalan-jalan ke luar negeri, yang dalam konteks ini, artinya benua eropa, boleh-boleh saja. Itu kan hakmu untuk berkeinginan.


Tapi aku ingin tertawa.... boleh, ya?!



-----------------------------------------------------------------

*) Untuk dua temanku, banyak cara untuk mencintai, jika kalian tahu. Apakah cinta artinya harta melulu? Tidak begitu rasanya (seharusnya).Ngobrol dengan kalian kadang sungguh lucu...


Friday, July 15, 2011

Protagonist Vs Antagonist

Once More, please... I promise, hehe


My favorite characters in Harry Potter 


The Twin Weasley, Fred and George

AND...

Bellatrix Lestrange; the most dangerous and sadistic of Voldemort's followers.

Then and Now

I am desperately in love with Harry Potter, so please pardon me if i overpost and flood your reading list. 
*smooch*


Look at those faces!


Cute, still

Hye, here they come!

Ms. Granger, no more curly hair
Stand up in style

The Coolest Wizards Ever!!!

The Premieres; Over The Years

UK Premiere Harry Potter and the Sorcerer's Stone  

UK Premiere Harry Potter and the Chamber of Secret

UK Premiere Harry Potter and the Prisoner of Azkaban

UK Premiere Harry Potter and the Goblet of Fire*)

UK Premiere Harry Potter and the Order of the Phoenix *)

UK Premiere Harry Potter and theHalf-Blood Prince

UK Premiere Harry Potter and the Deathly Hallows Part. 1

UK Premiere Harry Potter and the Deathly Hallows Part. 2


*) Saya gak bisa nemuin foto mereka bersama dengan JK. Rowling. Hiks!

It's Not Going To Ends Here

Film Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2 akan diputar serentak, 15 July 2011, di seluruh dunia kecuali INDONESIA. 


Tema itu yang beberapa hari ini heboh diomongin di Twitter. Film terakhir Harry Potter ketujuh tidak akan ditayang di Indonesia Seperti yang sudah diketahui, masalah mengenai pajak royalti film impor, menyebabkan banyaknya film-film asing yang tidak dapat diputar di Indonesia.  Saya cuma mau liat Harry Potter, itu aja!!! Saya mau nonton di bioskop, merasakan crowd-nya, bukannya melihat dari DVD bajakan atau nonton di internet.

Sepuluh tahun lebih rasanya sejak pertama kali Harry Potter difilmkan, saya tidak pernah absen menonton di bioskop, ngantri sejak pagi saat bioskop belum buka, lari-larian untuk antri tiket paling depan, merasakan euforianya, kehebohannya. Mengutip tweet teman saya, Kiki, "sepuluh tahun tumbuh bersama Harry Potter, gak rela kalau film terakhirnya cuma nonton dari DVD bajakan."

Saya memang cinta mati dengan Harry Potter sejak membaca bukunya pertama kali waktu masih SMP. Sejak itu selalu mengikuti perkembangan beritanya sampai sekarang. Saya bahkan masih menyimpan klipingan dari majalan dan koran yang memuat berita Harry Potter, yang saya kumpulkan sejak SMP. Ngobrolin Harry Potter and The Deathly Hallows, saya jadi ingat empat tahun lalu saat buku ketujuhnya launching, saya dan enam orang kawan kuliah, termasuk saudara kembar saya, Meina, ikutan Chassing Harry Potter yang diadakan oleh Milis resmi Harry Potter di Indonesia, Indo Harry Potter dengan Gramedia. Malam-malam kami sibuk balapan dengan peserta lain, dari satu tempat ke tempat lain, mencari petunjuk untuk menemukan buku ketujuh Harry Potter ini sebelum tengah malam. Duh, keseruan itu!

Dua hari lalu Meina cerita, ia berencana nekat pergi ke Singapore sendirian demi nonton Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2. Gak mau keburu basi, gak mau ketinggalan hebohnya, katanya. Dia rela membatalkan rencananya membeli kamera digital baru (yang sebetulnya sudah lama diinginkan) dan menggunakan uangnya itu untuk membeli tiket pesawat ke Singapore. Sampai tadi pagi ketika saya mengirimkan pesan ke BBM-nya, dia masih mengatakan "iya, gw mau nonton di Singapore aja."

Semalam, teman saya, Punge, sukses bikin saya ngiler sampai pagi  karena dia mengirimkan foto billboard Harry Potter and The Deathly Hallows yang besarnya segede dosa, hahaha! *lebay* Saya yakin betul itu foto diambil di salah satu jalanan di London, Inggris atau suatu tempat di Irlandia dech. Meskipun itu bocah gak mau ngaku ada di mana, dan malah bilang foto billboard itu diambil dari jalanan di Pekanbaru, terserah lo deh, nge, meski ngibulnya kelewatan, gw tetep ngiler intinya.

Pagi ini ramai lagi berita di Twitter yang mengatakan di website-nya 21 Cineplex film Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2 dan Transformer 3 masuk dalam daftar film coming soon. Saya membuka website-nya dan memang benar seperti apa yang ramai dibicarakan. Tapi saya tidak mau ngarep tinggi-tinggi, takut kecewa, hehe... Lagi pula kalau pun tayang di Indonesia, seperti kata berita, secepatnya pun masih harus menunggu minimal dua minggu lagi. Huh! Keburu basiiiiiii...

Well, jadi saya gak mau ngarep apa-apa lagi dulu dech sampai betul-betul melihat dengan mata kepala sendiri ada poster Harry Potter yang dipasang di bioskop-bioskop di sini. So, Harry Potter, it's not going to ends here.


Foto Billboard HPDH Part 2 kiriman Punge

Tampilan website 21 Cineplex pagi ini. Coming soon? Hmm, we'll see


Chassing Harry Potter and The Deathly Hallows 4 tahun lalu (kika: meina, cia, nila, yeni, Divi &Dista, aku)


Wednesday, July 13, 2011

Menunggu Waktu


Aku kira, detik masih bergulir. Dan rasanya kita masih akan punya ribuan waktu. Menghabiskan hari-hari denganmu di sebuah sore dengan senja yang jingga atau malam yang dinginnya hangat karena pelukmu. Mungkin juga sebuah pagi yang menyenangkan tanpa digegas rasa buru-buru. Aku akan masih bersamamu, dengan rasa yang sama. Penuh cinta. Keyakinanku tetap teguh, meski detik-detik makin gugur. 

Tapi menurutmu, apakah menunggu sebuah waktu itu terlalu lama? Maafkan kalau dalam perjalanan ini rasanya seperti labirin bagimu, berputar-putar dan aku tidak cukup membantu dalam menentukan arah. Aku memang tidak pandai membaca peta, kerap takut melangkah.

Bekalku hanya keyakinan bahwa aku ingin selalu bersamamu. Aku tidak janjikan bahwa jalanan di depan, ketika musim demi musim telah kita singgahi, tidak akan pernah suram atau meredup cahayanya. Tapi yakinlah juga --sebab ragumu membuahkan sembilu-- dan saling mengeratkan genggaman, maka percaya saja semua yang dilalui bersama akan mengarah satu tujuan: bahagia.

Seperti ada yang berbisik di telingaku. Keyakinan pun butuh waktu ternyata, sayang. Tak apa, kan? Semoga kau tak bosan. Menunggu lebih lama sedikit mungkin membantuku lebih pandai membaca peta. Hingga nanti kita tak risau akan tersesat.

Kita masih akan punya ribuan waktu untuk dihabiskan bersama, semoga. Rekatkanlah keyakinan seraya menguatkan doa-doa, dan kita tinggal menunggu waktu. 

Tak akan lama.

Jika, kau dan aku percaya. :)




Monday, July 11, 2011

Nothing's Gonna Change My Love For You

If I had to live my life without you near me
The days would all be empty
The nights would seem so long
With you I see forever oh, so clearly
I might have been in love before
But it never felt this strong


Our dreams are young and we both know
They’ll take us where we want to go
Hold me now, touch me now
I don’t want to live without you.

Nothing’s gonna change my love for you
You oughta know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I’ll never ask for more than your love.

Nothing’s gonna change my love for you
You ought to know by now how much I love you
The world may change my whole life through but nothing’s gonna change my love for you


If the road ahead is not so easy
Our love will lead the way for us like a guiding star
I’ll be there for you if you should need me
You don’t have to change a thing
I love you just the way you are.

So come with me and share this view
I’ll help you see forever too
Hold me now, touch me now
I don’t want to live without you.


Sehelai Daun

Bahkan pada sehelai daun yang jatuh pun, Tuhan kirimkan angin, untuk meletakkannya pada tempat yang tepat. Meski akhirnya lesap di bumi.




Jakarta, 11 Juli, 2011

Lekat

aku darah di nadimu
lekat pekat
mengalir tiap detakan
jantungmu



Bekasi, 11 Juli, 2011

Percaya

Meski rasanya aku menjelma setitik debu
di Sahara,
tapi percaya,
Tuhan melihatku
dari atas sana.



Bekasi, 11 Juli, 2011

Mati II

Dan aku akan mati
Oleh derita
Karenamu



Bekasi, 10 Juli, 2011

Mati

Mematikanmu perlahan
Seraya bertanya:
"Kenapa kau pernah datang?"



Jakarta, 10 Juli, 2011

Friday, July 8, 2011

Buka-bukaan

Pagi ini ketika membuka blog, saya temukan sebuah komentar dari Mbak Enno di sebuah tulisan saya. Ia menulis, "ada award sama pe-er di blogku yaaa.... hehehe." Jadi saya langsung buka tulisan terbaru  di blognya Mbak Enno karena penasaran sama pe-er-nya. Dan... wadoooh, masa katanya cuma karena pengen ngerjain aja, makanya saya dikasih operan award. Paraaah... hehe!
 
Pe-er-nya: Membeberkan Sepuluh Aib Tentang Diri Sendiri!

Oke dech, Mbak Enno, siapa takut.  Syaratnya cuma dilarang jaim kan?! Siap!!!
 
Ehem, ehem...


Satu, saya masih suka ngompol sampai kuliah semester tiga (kayanya). Ngompolnya bener-bener gak sadar. Kasur dan selimut udah basah kuyup biasanya saya baru kebangun. Dulu, waktu SMP rasanya bisa seminggu tiga kali saya ngompol di kasur. Nenek saya yang paling sering ngamuk, soalnya dulu saya selalu tidur sekamar dengannya. Pernah pembantu di rumah nenek datang membawakan capung. Ia bilang suruh ditaruh di pusar supaya saya gak ngompol terus. Hasilnya? GAK NGARUH! Hahaha...

Dua, dulu saya senang ngegigitin kuku kaki pakai mulut instead of gunting kuku. Gak tau ya, rasanya lebih nikmat gimana gitu dibandingin kalau dipotong pakai gunting kuku. Anehnya, kalau potong kuku tangan saya malah merasa wajib pakai gunting kuku.

Tiga, saya suka mengembalikan pakaian saudara kembar saya ke dalam lemari tanpa dicuci setelah saya pakai seharian. (Buat yang temennya Meina juga, awas ya kalau laporan ke orangnya setelah baca tulisan saya ini, hehehe!). Hal ini didasari oleh karena saudara kembar saya itu suka pelit kalau mau dipinjam pakaiannya. Alhasil, kalau dia sedang gak di rumah, keluar kota, atau gak muncul batang hidungnya minimal dua hari saja, saya senang mencuri pakai pakaiannya. Nah, karena kalau harus dicuci dulu takutnya kelamaan, takut gak kering, takut ini itu, maka setelah selesai dipakai biasanya cuma saya lipat atau saya setrika lagi, kemudian kembalikan deh ke tumpukan pakaiannya.

Empat, kalau sedang pilek saya suka ngelap ingus di handuk anggota keluarga lain di rumah (pastinya bukan di handuk saya sendiri). Hehehe... Jorok ya?!

Lima, saya pernah ditimpuk es batu oleh seorang junior di SMP dulu. Ujung-ujungnya malah jadi saya yang dipanggil ke ruang BP sama wali kelas. Karena setelah ditimpuk saya membawa sepasukan teman-teman  perempuan untuk melabrak junior itu. Saya lupa namanya perempuan itu, cuma ingat rambutnya kriwil-kriwil.


Enam, saat kelas 1 SMP, kertas ulangan saya pernah dirobek oleh guru kimia di depan kelas karena dikira mencontek. Ini gara-gara teman saya yang nitip kertas contekan di dalam tempat pensil saya. Linia, menyelipkan sepucuk kertas yang berisi penuh rumus kimia ke dalam tempat pensil saya, tepat di saat guru kimia itu masuk ke dalam kelas. Ternyata si ibu guru yang mukanya cantik tapi jutek itu sempat melihatnya, karena meja saya paling depan. Jadi saat waktu ujian sudah habis, ketika dia meminta anak-anak lain mengumpulkan kertas ujian, seraya dia maju ke meja saya lalu merobek kertas ujian saya dan bilang, "kamu gak usah ikut ujian, dari tadi tempat pensil kamu terbuka, saya tahu ada contekan di dalamnya. Jangan kira saya gak lihat tadi waktu masuk." Gara-gara itu saya perang dingin selama satu minggu dengan Linia. Sumpah deh, selama ujian saya gak ngintip barang sekali pun ke kertas yang disumpelin ke dalam tempat pensil itu.  Huh!

Tujuh, saya pernah disuruh keluar dari kelas oleh guru matematika saya, Pak Yoseph, saat di kelas 2 SMA, cuma karena saya gak tau hasil dari cosinus 90. Sejak itu sampai kelas 3 SMA (Pak Yoseph masih mengajar di kelas saya) setiap pelajaran matematika saya pasti orang pertama yang disuruh maju ke depan kelas untuk mengerjakan soal. FYI, saya suka matematika, nilai matematika saya di rapport selama SMA tidak pernah lebih kecil dari angka 7, tapi kalau trigonometri saya nyerah ampun-ampunan deh!

Delapan, saat kelas 2 SMP saya pernah jatuh terjerembab, kata lainnya biar lebih mantep, NYUNGSEP, di lapangan sekolah yang sedang menjelma kubangan. Saat itu hujan deras banget, nget, nget dan tepat pada jam istirahat, teman saya, Puji, dengan maksud cuma bercanda katanya, mendorong punggung saya. Karena tepi lapangan licin akibat guyuran hujan, langsung saja saya nyusrug di lapangan yang air nya setinggi mata kaki. Gak luka, sakit dikit, tapi malu setengah mati sepenuh jiwa raga *lebay* diketawain murid-murid sialan yang lagi pada istirahat.

Sembilan, mungkin ketika itu saya masih SD. Saya memanjat pagar rumah seorang tetangga untuk mencuri belimbing segede-gede mangga yang menggiurkan. Waktu itu pulang sekolah, matahari terik dan saya ngiler melihat belimbing di rumah tetangga. Belimbing yang warna kuningnya serasa oase di gurun pasir yang menyejukkan dahaga. *halah*  Setelah memetik tiga buah belimbing pemilik rumah itu berteriak dan saya langsung ngibrit ketakutan bersama seorang teman dan saudara kembar saya. Bodohnya adalah kami malah ngumpet di depan rumah Pak Haji yang sering jadi imam di masjid. Pemilik rumah berpohon belimbing itu berhasil menemukan kami sedang ngaso di depan rumah Pak Haji. Tiga bocah ini akhirnya habis diceramahin si pemilik pohon belimbing dan Pak Haji yang galaknya minta ampun.

Sepuluh, saya kepergok teman sekelas sedang mencopot kertas daftar nama anak kelas 3 SMA yang akan mengikuti ujian akhir. Daftar nama itu ditempel di pintu kelas. Selain nama dan nomor peserta ujian, daftar nama tersebut dilengkapi foto peserta. Saya sengaja menunggu kelas sepi waktu itu, cuma karena gebetan saya --Jali, anak basket yang gantengnya naujubilahminjalik-- fotonya terpasang di sana, dan saya niat banget mau mengambil foto itu karena bujukan setan dari teman saya, Gita. Saya cuma secret admire-nya selama dua tahun, kata Gita kalau bisa punya fotonya (meskipun cuma di kertas fotokopian yang warnanya hitam putih), keren banget deh! Esoknya, teman yang memergoki saya itu, seharian penuh ga berhenti-henti nanyain foto siapa yang saya incar. Haha....


Fiiuh, akhirnya selesai juga. Puaaass, Mbak Enno, ngerjain aku? Hehehe... Well, I'm done with my homework.  Selamat menikmati... Semoga yang baca gak ilfeel sama aku yaa... :D 

Thank you, Mbak Enno, untuk award-nya! :*



Wednesday, July 6, 2011

Pecah

ketika membayangkan
detik-detik gulir. tanpa dirimu-
yang amnesia akanku.
pecah kaca di dadaku.



Jakarta, 6 July, 2011

picture from here

Senja Abuabu

senja petang ini
tidak merah, sayang.
tenggelam abuabu
tanpa namamu.


Jakarta, 6 July, 2011

Labirin Berujung Tunggal

Oleh: Nirwan Ahmad Arsuka


Kelak ketika ia sepenuhnya sadar, bahwa nanti akan lahir seorang manusia dari tubuhnya, ia tercekam lagi oleh sebuah rasa longsor yang menggigilkan, yang diperparah oleh penalaran dan dibikin kekal oleh ingatan.

Terakhir kali rasa longsor itu menyeretnya, adalah saat ia melalui puncak dari percintaannya yang sudah berlangsung bertahun-tahun dengan hujan; hujan yang dengan lembut mengunjungi senja dan mengubahnya dari merah lembayung menjadi kelabu, dan akhirnya melulur batas antara langit dan bumi. Gerimis yang gugur bersama angin yang mendengkur, adalah ketulusan langit pada hijau daratan dan biru lautan. Ia ingat rasa sakit itu bermula sebagai rasa cinta diam-diam, dan tumbuh dengan kerinduan langit yang memeluk seluruh bintang; rasa sakit yang konon mencintai mereka yang banyak tidur dan bermimpi.

picture from here

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails