Thursday, December 29, 2011

Que Sera Sera

Ini mungkin bukan resolusi untuk tahun baru. Cuma beberapa keinginan yang ingin dilakukan untuk tahun 2012. Mungkin tidak terwujud semua, atau mungkin kebalikannya. Tidak ada salahnya membuat susunan rencana, kan? Que sera sera...


[satu]

Saya harus lebih berhemat, mungkin tepatnya lebih merencenakan pengeluaran. Membuat rincian yang rapih tentang pengeluaran tiap bulan. Apalagi sekarang sudah punya rumah tangga sendiri. Harus nabung, nabung, nabung.



[dua]

Merealisasikan bisnis online shopping yang selama ini baru sekadar omongan saja. Harus segera dimulai rasanya. Saya buta memulainya, tapi harus dicoba pelan-pelan, semoga ada jalan dan lancar semuanya.



[tiga]

Membaca lebih banyak buku dan menulis lebih produktif. Penyakit saya yang satu ini rasanya sering banget kumat. Buku-buku yang dibeli dari acara diskonan tahun ini atau yang udah numpuk di rak buku masih banyak yang belum tersentuh sama sekali. Empat atau tiga bulan terakhir ini rasanya hampir gak ada buku baru yang saya buka untuk dibaca.



[empat]

Liburan. Belum direncanakan kapan dan kemana. Mungkin tidak perlu jauh-jauh, tapi saya kira setidaknya sekali dalam setahun, liburan itu perlu. Kalau tahun ini saya ke Bali, Jogja, Pattaya-Bangkok,  Pelabuhan Ratu, dan Ho Chi Minh City, mungkin tahun depan saya mau ke Karimun Jawa, Lombok atau kemana aja deh. Hihihi...



[lima]

Hamil? Hahaha! We'll see.




Kaleidoskop

Hey, tinggal tiga hari lagi menuju tahun baru! Cepatnya kau, waktu. Terinspirasi tulisan Gie dan Mbak Eka tentang rangkuman tahun 2011-nya mereka, saya juga mau membuat kaleidoskop untuk 2011 saya. 


Januari
Tahun 2011 saya dimulai dengan stress tak berkehabisan dan galau akut. Pekerjaan, percintaan, masalah keseharian semuanya terasa berat dihadapi. Masih saya ingat hampir setiap hari pikiran saya hanya tentang resign dari kantor dan "kabur" dari sosok lelaki itu. Parahnya, pikiran saya stuck dan gak tau harus berbuat apa. It's not a good start, but you know, life goes on. 

Februari
Broke up and there is no way back! Yup, saya memutuskan hubungan dua tahun saya dengan lelaki itu. Tidak ada alasan apa pun lagi untuk merasa kasihan dengannya, dengan siapa pun atau apa pun. It's my life and I have to think about it seriously. Setidaknya hal ini mengurangi satu beban dalam hidup saya. Tiga hari setelah putus saya langsung kabur ke Bali dengan teman-teman sepergalauan. Hehehe... Di bulan ini juga, cerpen saya, Biru, masuk ke dalam kumpulan buku di kompetisi #nulisbuku.

Maret
Berubah status jadi single, saya menghabiskan waktu sesuka-suka hati. Seringnya nonton teater dengan Shanti, pergi ke museum-museum di Jakarta dengan teman-teman Belanda 04, pergi ke toko-toko buku. Saya berkenalan dan menjadi dekat dengan beberapa orang yang awalnya saya kenal hanya lewat maya. Mbak Novi, Mbak Ayu, Suci, dan masih ada dengan beberapa orang lainnya. Di bulan ini, setelah pulang dari Bali itu saya mulai sering berhubungan lagi dengan Gema lewat sms atau chatting.

April
Saya mulai sering bertemu Gema setelah ia resmi menetap dan kerja di Jakarta. Tapi sebelum itu saya juga dekat dengan laki-laki lain, hehehe. Sepertinya bulan ini masalah percintaan terus yang hadir. Dilema, cinta segitiga, orang-orang baru di keseharian saya.

Mei
Bulan ini dibuka dengan hari ulang tahun saya dan merasa begitu diberkahi. Disusul dua pernikahan teman dekat saya, Dhiesta dan Ayu. Lalu pertengahan bulan ini saya pergi liburan ke Jogja dengan Mbak Nova, dan bertemu dengan Suci untuk pertama kalinya. Dan menjelang akhir bulan ini, saya resmi pacaran sama Gema. ^_^

Juni-Juli
Dua bulan ini saya merasa dilanda cobaan yang begitu terlalu. Banyak hal-hal yang dikirimkan pada saya. Perkara yang membuat saya terbang ke angkasa, juga hal-hal yang membuat saya kerap kali ingin mati. Ujian yang menjadikan saya bosan untuk bertingkah baik hati atau diam saja. Ini semacam pertempuran yang memaksa saya bersabar luar biasa. Bulan-bulan penuh airmata. Dunia rasanya jungkir balik setiap hari. Some people say life is a rollercoaster, I just faced it!

Agustus
Pertengahan bulan ini saya pergi ke Pattaya dan Bangkok, Thailand, bersama teman-teman kantor. Akhir bulan kemudian ditutup dengan Idul Fitri. Dan pertama kalinya saya datang ke rumah orangtua Gema, di Pelabuhan Ratu.

September
Pertunangan saya dan Gema di jelang akhir bulan ini.

Oktober-November
Sibuk dengan persiapan pernikahan. Makin jarang menulis dan membaca. :(

December
This is the time of my life. Pernikahan saya dan Gema di tanggal 10 bulan ini menjadikan saya orang yang paling bahagia di dunia rasanya. Hehehe...! Libur 10 hari dari kantor dan bulan madu ke Vietnam, rasanya cukup membayar lunas rasa capek dan stress karena mempersiapkan ini semua. Pindah dari rumah mama dan memulai hidup berdua dengan Gema, masih banyak hal yang harus saya pelajari untuk menjadi istri yang baik. :)



Waktu akan terus berjalan. Saya belajar banyak dari apa yang telah dialami di tahun ini.  Berjuang dan mencoba berdamai dengan sakit hati, dan masih saja berusaha menjadi ikhlas dan memaafkan. Bersyukur atas banyak hal yang dilimpahkan dan telah Tuhan tetapkan kepada saya.

Pada akhirnya, seperti kereta yang lewat di stasiun, selalu ada yang datang dan menjauhi. Kenangan, akan tetap tinggal di sini. Hati.


Jakarta, 29 Desember. 2011



pic from here

Tuesday, December 27, 2011

Ajarkan Aku Bagaimana Caranya

menjadi IKHLAS!



I'm forget the link, please claim.

Jejak*

ada sisa hujan dalam napasmu malam ini
jejakmu adalah titik-titik air di kaca dan aspal
aku berdiri di gerbang itu -- menunggumu:

ini aku, ini aku, ini aku


Bekasi, 10 Desember, 2011
Written for the newlywed Meida and Gema. May you two be as happy as you can be.


*Puisi ini hadiah pernikahan dari teman saya, Cia, ditulis tepat sepulang menghadiri pernikahan saya.

pic from here

Sunday, December 25, 2011

Di Dalam Kamar

Di dalam kamar ada kepiluan yang aku jaga secara rahasia. Pilu --mengalir ke ujung mata-- yang disembunyikan dari sosok lelaki berwajah menawan itu. Juga dari tembok-tembok bisu yang selalu menyaksikan aku memakan jantungku sendiri dan memukul-mukulkan kepala ke jendela. Menyaksikan aku perlahan menjadi gila.

Di dalam kamar ada ingatan yang mengental tentang perjumpaan awal yang dikhianati. Berkelebat di mata tingkah laku menjijikan dua anak tuhan, seperti tak pernah puas menikmati dosa. Kisah dari enam purnama yang menjelma duka tak berkehabisan.

Di dalam kamar, aku menangis lirih dan tak membiarkan, bahkan, seekor semut yang berlari di dinding mendengar isakku. Tak juga lemari, jam dinding dan tempat tidur.

Aku mengira, mungkin, tembok, lampu dan juga pintu telah mengendapkan tangisku serta ingatan itu. Menyimpannya menjadi panah beracun yang seketika ditusukan ke dada, ketika di kamar ini aku sendiri.

Di dalam kamar, saat sendiri, kerap kali aku ingin pulang ke tanah tempat tulang-tulang rebah.



Jakarta, 25 Desember, 2011
10:50


pic from here

Thursday, December 22, 2011

Sebelum Silam

kita bersiap dengan langkah-langkah baru. menanti di muka pintu-pintu yang senantiasa kita tunggu. aku masih meracik harapan untuk menemani perjalanan duabelas bulan kita ke depan nanti. tentu saja, aku juga menitipkan doa-doa kepada semesta, agar tetap menjaga kita dan semua yang dicinta.

desember akan selalu ditinggalkan, tapi kita memastikan jejaknya tetap di sana. menyimpan tumpukan kenangan, ingatan yang mengental, dan kisah-kisah yang selalu kita kenang sebagai masa lalu. jangan risau, kita bertemu setahun lagi, ya, semoga. :)

aku akan mengingat desember selalu, seperti mengingat kisah cinta kita, dan rintik-rintik hujan di antaranya. tak terasa waktu begitu cepat ya. masih kuingat kau sebagai pengembara yang datang dan pergi,  menawarkan sapa dan senyum, kadang sekadar melintas. siapa mengira ternyata kita tutup desember dengan pelangi.

sebelum silam, masih ingin kutanamkan ribuan bunga mimpi, harapan, serta asa. dan rekahlah mereka agar menjadi hiasan teduh di jalanan yang hendak kita tapaki esok ketika Januari mengetuk pintu rumah kita. atau sekadar kuntum yang kau petik dan diselipkan di telingaku nanti.




Jakarta, 22 December, 2011

pic from here



Friday, December 16, 2011

You May Kiss The Bride

Hey peoples, I'm a wife, now! :D

Agak sibuk kemarin ini mempersiapkan pernikahan, saya jarang mengisi blog ini. Cerita pagi ini ditulis, saya sedang tepat berada di kamar sebuah hotel di daerah Bui Vien, Ho Chi Minh City. Yeah, honeymoon!

Sudah empat hari berlalu dari pernikahan kami, saya masih belum bisa membedakan apa rasanya menikah, memiliki suami, dengan sebelumnya. Kemarin sempat terlontar ucapan dari Gema, ketika kami sedang menunggu pesawat kesini, "kita udah nikah belum sih?" Yup, rasanya masih kaya pacaran. Hehehe.... But I am getting a tons of hapinness. Bahagia membuncah, bergulung-gulung di dalam dada rasanya.

Saya belum bisa menulis banyak saat ini. Tapi saya berdoa semoga pernikahan ini memberikan banyak berkah bagi kami, bagi siapa pun yang telah mengirimkan doa-doa terbaiknya bagi kehidupan kami ke depan. Semoga Tuhan tetap menjaga rasanya, rasaku, rasa kami, selamanya.

Apa lagi yang harus kuminta, jika kebahagiaan seperti hari-hari ini selalu terasa sejak saya membuka mata di kala pagi, ketika hujan maupun saat mentari tersenyum cerah, dan menemukan dia terbaring di sisiku. Suamiku.

I love you...!



Ho Chi Minh City, 14 December, 2011
 
pic from here
 

Thursday, December 8, 2011

Selamanya

seperti merah bara yang nyala
seperti dingin pada hujan
dan kekal asin pada laut

aku mencintaimu
selamanya


Jakarta, 8 Desember, 2011


pic from here

Festival Hujan

JADWAL FESTIVAL HUJAN, 
5-28 DESEMBER 2011 DI SURAKARTA



*Senin, 5 Desember, Pukul 15.00 WIB :
PEMBUKAAN FESTIVAL HUJAN 2011 DI SURAKARTA.

Prapto Surya Dharmo (Ritual Dancer, From Surakarta) Kolaborasi dgn Sahita (Dancer, Surakarta)
Judul "Reog Payung" di Pasar Gading.

*Jumat, 9 Desember,Pukul 15.30 WIB :
Nungki Nur Cahyani (Dancer, Jogjakarta) di Desa Kampung Sewu.

*Minggu, 11 Desember, Pukul 15.00 WIB :
Mugiono Kasido (Dancer, Surakarta), Judul " Nyungsung Udan" di Joyosuran.

*Jumat, 16 Desember, Pukul 15.00 WIB :
Citra Pratiwi (Teater, Jogjakarta) di Kampung Sewu.

*Sabtu, 17 Desember , Pukul 15.00 WIB :
Jen Shyu ,(Singer and Dancer, Newyork) di Kampung Sewu.

*Sabtu,17 Desember , pagi-malam :
Yuni Bening, Judul " instalasi bermain Hujan " ,di Kampung Sewu.

*Rabu ,21 Desember , Pukul 15.00 WIB :
Estefania (Dancer, Venesvella), di depan Stasiun Jebres

*Jumat,23 Desember,Pukul 15.00 WIB :
Afrizal Malna (penulis ) and Fitri (Dancer) Judul ,"Ikan dari langit" ,di Kampung Sewu

*Senin , 26 Desember, Pukul 19.30 WIB :
Ki Slamet Gundono (Dalang, Surakarta), Judul "Blues Mantra Hujan tuk Si Mbok" di Kampung Sewu. 

*Selasa, 27 Desember, Pukul 19.30 WIB :
Elisabeth D Inandiak (Penulis, Perancis), Mutar Film " Hujan dan Merapi " diskusi, Di Kampung Sewu.

*Rabu, 28 Desember, Pukul 19.30 WIB.
PENUTUPAN FESTIVAL HUJAN 2011 DI SURAKARTA
Ki Warseno Slenk (Dalang,Surakarta), Judul "'Mensyukuri Air Hujan" Di Kampung Sewu



pic from here

:: infonya mungkin agak sedikit telat, tapi yang berminat masih bisa datang ke Surakarta lho. Apalagi untuk para pecinta hujan.

Friday, December 2, 2011

'till The End

... aku mencintaimu. mencintaimu seperti hujan yang turun sore hari. jatuh tanpa alasan dan menyenangkan.
(Pada Sebuah Perjalanan - Gema Yudha)



Entah bagaimana aku mengingat kisah kita. Cinta yang datang tanpa ketuk pintu. Sapaan-sapaan singkat tanpa tatap mata. Lewat puisi. Teguran sekilas yang mungkin tak pernah terlintas akan membekas. Lalu pertemuan di antara rak buku tua. Kau sampai di ujung rambutku dan aku di pundakmu. Lalu senyummu itu.

Kita menyusupi malam diantara hembusan angin dingin. Di bawah taburan bintang, di atas gedung, di sebuah taman kota yang kerap kali kita kunjungi --mendengarkan puisi dan lagu yang didendangkan penyair jalanan--, aku sibuk mengumpulkan isyarat di matamu.

Ada yang tak pernah terbayangkan bahwa kita akhirnya bersama dalam sebuah perjalanan, berusaha menyamakan langkah. Juga, bagiku ialah  perjuangan dari ragu ke ragu, kisah jalanan berlubang, liku dan misteri di matamu. Hari mungkin masih terlalu pagi kala itu, namun seperti gemuruh, namamu yang bergema dalam dada dan kepala. Aku jatuh cinta. Tanpa alasan.

Siapa mengira pertemuan di balik rak buku tua mengantarkan kita pada taman bunga. Kemudian yang aku tahu hanya satu, ingin bersamamu selamanya. Menjadi matahari yang makin menua, dan langit tak pernah bosan kepadanya.



Jakarta, 2 December 2011

pic from here

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails