Thursday, August 23, 2012

Jemputan Yang Datang Terlambat

semisalnya, kau tidak datang terlambat malam itu, mungkin kita menggenapi sabit jadi purnama. sehingga jalanan kita benderang sampai di tujuan.

malam itu hujan tak turun, tapi aku tak mungkin menunggu jemputan yang datang terlalu lama. hingga sampai ada yang datang menawarkan tumpangan, dan aku terlalu letih berdiri sendiri ini, ingin bersandar di tempat yang nyaman.

nanti ketika pagi datang dan kau sadari aku tak di sana lagi, jangan kau katakan dan tanyakan;
mengapa aku meninggalkan



*sebuah catatan usang dari tahun lampau

Samar

apakah samar ingatanmu tentang sebuah kota yang dipenuhi terik matahari? ingatan tentang suatu siang yang panas dan ajakanmu itu. di sini debu-debu kota mengabukan kenangan. kisah-kisah cinta yang berlalu.

aku bertanya-tanya, apakah ingatanmu samar dan kenangan itu telah hilang?


Pelabuhan Ratu, 18 Agustus, 2012

Dari Balik Jendela Kereta

bukankah daun pisang itu melambai-lambai
ke arahmu? mengantar perjalanan pulang
merunduk, mengirimkan doa serta.

pagi ini begitu sepi, Tuhan.
namun riuhkan lah hati
dengan kebahagiaan.


Bogor, 16 Agustus, 2012

Friday, August 10, 2012

Hujan Yang Sama

tahukah kau bagaimana bunyi hati
saat kehilangan harapan?
hujan yang sama
hujan yang sama
gerimis turun tanpa bilangan

aku menjelma kupu-kupu
yang tak mengerti
kenapa bunga tak mekar setiap hari

kau selalu menjadi langit
yang mengirimkan pelangi
tempat menggantung doa-doa

tapi kau juga sarang
awan-awan kelabu
mengirimkan hujan yang sama
merinai tanpa bilangan

kupunguti satu-satu gerimis
sendirian, tanpa henti

kenapa hujan begitu basah
di langit rumah kita?



Jakarta, 10 Agustus, 2012

*terinspirasi oleh puisi Pelangi Itu Kemalaman by Mbak Gita


pic from here



Tentang Rindu Yang Tak Sampai

persimpangan jalan telah memaksa kita pulang berbeda arah
tapi tak perlu lambaian tangan itu
sebab ini bukan perpisahan, katamu
"besok kujemput kau lagi."

pagi mati di depan pintu
angin mengabarkan kisahmu
yang resah bersuka

seperti langit, kau tahu
aku akan tetap di sana
meski nanti kelak aku kisahkan
tentang rindu yang tak sampai


Jakarta, 10 Agustus, 2012

pic from here

Thursday, August 9, 2012

Berdamai Dengan Luka

Make peace with your past so it won't destroy your present.
-Paulo Coelho-


Banyak yang bilang bulan puasa membantu kita belajar membersihkan diri, hati, serta pikiran. Terus, kalau saat puasa kita merasa kesal, jengkel, muak, dan rasa-rasa lainnya yang negatif, gimana mengatasinya?

Beberapa hari lalu saya membaca tulisan di blognya Mbak Eka tentang Katarsis atau bahasa gampangnya pembersihan diri. Merasa kesal, bete, jengkel, benci adalah perasaan yang manusiawi/wajar. Mungkin semua orang juga pernah merasakannya. Mbak Eka mengatasi itu semua dengan masak atau nulis di blognya. Tapi apakah semudah itu menghilangkan rasa negatif dari hati dan pikiran?

Bulan ini rasanya saya sedang diuji, lewat perasaan dan pikiran. Pikiran yang semerawut yang sudah saya buang jauh-jauh belakangan ini kerap datang seenaknya. Menyerang tiba-tiba. Beraneka peristiwa tidak menyenangkan dari masa lalu berkelebat hebat, berdesakkan, saling tumpang tindih. Mengacaukan mood seharian!

Tidak berdamai dengan masa lalu? Iya, sepertinya. Ada banyak hal yang dialami masih terus berputar di kepala. Hal-hal yang tidak termaafkan. Peristiwa-peristiwa yang melahirkan luka. Kecewa yang tak surut. Lalu saya bisa apa?

Berdoa, tidur dan menyibukkan diri (menulis terutama). Itu cara yang paling efektif bagi saya untuk  menghilangkan segala hal-hal negatif yang muncul. Saya bisa terlihat bengong atau melamun, tapi sebetulnya saya sedang berbicara dengan Tuhan. Tidur berjam-jam ini juga ampuh, karena biasanya setelah bangun semua itu mendadak hilang. Tapi lebih dari itu semua, saya harus belajar lagi extra keras, berdamai dengan segala luka.

Memaafkan yang tak termaafkan.

pic from here


Monday, August 6, 2012

As Our Lives Change, Come Whatever, We Will Still Be Friends Forever

“We'll be Friends Forever, won't we, Pooh?' asked Piglet.
Even longer,' Pooh answered.”

-A.A.Milne, Winnie The Pooh-


Have you ever had a greatest fun-tastic friendship and never fade away? I have it!

Kata-kata apa yang harus saya pakai untuk menggambarkan sekelompok manusia yang satu ini? Seru, gila, gokil, kacau, parah, amburadul, sinting, dan semua kosakata yang terkait dengan sesuatu yang luar biasa menggembirakan. Sekelompok sahabat terbaik dimana setiap kalian berkumpul, mereka selalu membuat kalian terpingkal-pingkal sampai sakit perut. Sekelompok orang yang menjadi tempat kalian berbagi hal apa pun. Kesenangan, kesedihan, sampai aib memalukan. Hihihi... :D

Saya pribadi pernah memiliki teman-teman dekat saat SD, SMP, SMA, kemudian perpisahan terjadi ketika kelulusan, dan kedekatan itu perlahan memudar. Kehilangan kontak, kalau pun sesekali berhubungan keakraban yang dulu terasa merenggang.

Saat kuliah, sekelompok orang ini muncul di dalam hidup saya. Membawakan kegembiraan yang luar biasa saat bersama mereka, kesenangan yang tak terkira. It's more than eight years since the first time I know them and four years after our graduation, we're still close to each others.

Saya teringat percakapan dengan Kinan saat buka puasa bersama angkatan kami, hari Sabtu lalu. Di Twitter mantannya, Aji (anak Sastra Jawa '04) menuliskan ajakan kepada teman-teman angkatannya untuk datang acara buka bersama jika kebetulan membaca tweet-nya. Berdasarkan cerita Kinan, kurang lebih bunyi tweet-nya, "untuk anak-anak jawa yang baca tweet ini, tolong banget datang ke acara bukber di rumahnya..., apa susahnya sih bales sms atau angkat telepon untuk konfirmasi." Saya tertawa ngakak saat Kinan cerita itu. Sebegitu susahnya ya ngumpulin teman seangkatannya untuk berkumpul?!

Kenapa saya ngakak? Saya ingat beberapa tahun lalu saat masih di kampus, saat Kinan masih pacaran sama Aji. Dia, Aji, yang pernah berkata, teman-temannya di Sastra Jawa bilang, "Anak-anak Belanda itu kalau kemana-kemana kenapa sih gerombolan terus? Udah mahasiswa juga."  And now, see? How difficult for you to gather your friends even for one small event? One simple reason I'll say: we're close, you're not!

Ini sih jadi becandaan antara kami sendiri anak-anak Belanda '04, kami sering bilang, mungkin memang angkatan kami yang "rada-rada" sampai-sampai jurusan lain gak mau main sama jurusan Belanda, makanya daripada gak punya teman, jadi ya mau gak mau mainnya cuma sama angkatan sendiri. Haha!

Pertemuan-pertemuan sekedar untuk kumpul sepulang kerja, ngobrol ngalor ngidul, berbagi tawa dan pingkal-pingkal yang kerap membuat perut mulas, masih sering terlaksana. Arisan sudah dua kali diadakan dalam rentang waktu dua tahun. Dan buka puasa bersama setiap tahun masih terlaksana. Semua untuk menjaga kedekatan, keakraban, dan silahturahmi.

Ini sudah empat tahun sejak hari kelulusan kami di kampus. Kami tetap bersahabat dekat. 10 dari sekitar 43 orang sudah menikah. Delapan orang sudah punya anak dan satu sedang mengandung. Ada yang jadi pegawai swasta, ada yang jadi PNS, ada yang kerja di bank, sebagian kerja jadi wartawan, ada yang jadi pengajar, sebagian jadi ibu rumah tangga, beberapa masih dalam tahap melanjutkan S2-nya, ada pula yang jadi kreografer tari dan ada yang fokus jadi pemain musik di orkestra.

Dain di Belanda, "Uda" Rizky di Inggris, Jajang gak sampai dua minggu lagi berangkat ke Belanda, Daboe pulang pergi Hongkong, Billy di Manado, Ike di Padang, Ricky sibuk konser musik di luar-luar negeri, dan sebagian besar di Jadetabek. 

Whatever, wherever, we're still friends. Forever!



buka puasa bersama dari tahun ke tahun








Happy Birthday, Sayang!

Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu
(Dalam Doaku - Sapardi Djoko Damono)



Dalam ketergesaan setiap pagi, kusempatkan menyisipkan namamu dalam doa-doa.
Meski kadang terlambat.
Dan, dalam malam-malam yang meski kadang hujan, aku menyelipkan cinta di bawah bantalmu. Agar  menelusup di telinga, lalu tak pernah kau lupa, aku mencintaimu.

Selamat ulang tahun, Sayang. Yang terbaik untukmu. :)


pic from here





LinkWithin

Related Posts with Thumbnails