Tuesday, May 29, 2012

Last Forever

I'm gonna take this moment and make it last forever. I'm gonna give my heart away and pray we'll stay together. 'Cause you're the one good reason, you're the only boy that I need. 'Cause you're more beautiful than I have ever seen. I'm gonna take this night
and make it evergreen. 
 -Evergreen-


: Our 1st Year

Aku akan masih di sini hingga puluhan tahun mendatang. Tetap merapalkan doa-doa dalam diam di setiap pagi --yang lebih sunyi dari munculnya embun di helai dedaunan--. Menyelipkannya di saku kemejamu dan meletakkan sebagian di bawah bantalmu ketika malam datang. Berharap agar semua doa yang kukirimkan akan selalu menjagamu, menjagaku, menjaga kita. Agar tak sesat.

Aku ingin terus di sini, hingga ribuan hari ke depan. Berpegang tangan, menelusur pelangi. Dan meski hujan pasti singgah di genting rumah kita tapi aku ingin menari atau berlari bersamamu di bawah rintik-rintiknya. Atau menikmatinya lewat jendela dari dalam kamar kita. Bukan mengutukinya. Sebab kita akan selalu belajar dari rintik-rintik yang jatuh itu.

Aku di sini, hari ini, mengenang malam-malam yang pernah kita singgahi. Aku mungkin tak pernah tahu bagaimana engkau mengingat kisahnya. Tapi aku tak akan pernah lupa sebuah malam dengan kerlap kerlip lampu jalanan. Matamu yang berbinar itu.  Di atas sebuah gedung dan di taman kota, ketika cinta dipertegas arti hadirnya. Kau tahu? Hanya itu --dari masa lalu-- yang terindah yang aku punya.


Aku akan selalu di sini. Mencintaimu sampai habis waktuku. Sampai akhir nafasku.
 



pic from here



























Setahun Kemarin

ada suka yang diucapkan
diperdengarkan pada langit-langit malam
dan lampu-lampu ibukota

ada suka yang dinyatakan
di tengah rimbun taman kota
antara hingar bingar anak muda

matamu, kekasih
oh, sungguh bercahaya



Jakarta, 28 Mei 2012

pic from here

Monday, May 21, 2012

Menyentil Kepincangan Hukum Lewat Orkes 3 Gobang

Kau kira Tuhan cuma badut? Laknat, menimpamu di hari kiamat.
-Orkes 3 Gobang-


Teater musikal yang diadaptasi dari naskah "Three Penny Opera" karya Bertolt Brecht berhasil dipentaskan oleh Teater UI di Graha Bakti Budaya (GBB), Taman Ismail Marzuki (TIM) akhir pekan lalu (19-20 Mei 2012). Orkes 3 Gobang mengisahkan tentang Mekhit, sang perampok kelas kakap, membawa lari Poly, putri tunggal juragan pengemis Nata Sasmita Picum. Mekhit menikahi Poly sebagai salah satu istrinya. Sang juragan Picum naik pitam dan mengadukan Mekhit pada Polisi. Ibu Poly, Amalia, bersama Yeyen si pelacur yang menaruh dendam pada Mekhit pun menjebak Mekhit agar tertangkap polisi. Mekhit pun ditangkap, diadili dan terkena hukuman mati. Namun, hukuman itu berbalik menjadi sebuah pengangkatan Mekhit sebagai pejabat daerah.

Teater yang berlangsung sekitar tiga jam ini saya kira cukup berhasil menyentil problematika yang kerap hadir di dalam kehidupan masyarakat kita, yakni ketidakadilan dan kepincangan hukum yang semakin merajarela. Tokoh Mekhit dalam pementasan ini digambarkan berteman baik dengan seorang pimpinan polisi bernama Kartamarma. Berkat hubungan baiknya ini tentu saja Mekhit yang seorang bandit kelas kakap selalu mampu kabur dari jerat hukum. Bukankah ini cerminan dari wajah para "bandit" di Indonesia? Mereka yang punya uang dan kuasa lah yang bisa hidup senang.

Pementasan dari Teater UI ini selain memperhatikan aspek artistik, juga mengemban misi untuk mempertahankan budaya teater di kalangan mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat. kritis pada ketidakadilan.

Namun ada hal yang saya kira patut menjadi masukan bagi panitia pementasan ini adalah dengan memberikan batasan usia kepada penonton yang akan membeli tiket. Berdasarkan pengamatan mata cukup banyak anak berusia dibawah umur yang datang menyaksikan pementasan ini sementara scene yang menampilkan adegan yang saya kira tidak pantas ditonton oleh anak dibawah umur dan kata-kata kasar begitu sering muncul sepanjang pentas.

Namun lepas dari itu, Orkes 3 Gobang  menyajikan pementasan yang sarat dengan nilai moral, pementasan ini cukup menghibur penonton juga dengan dialog-dialog humoris dan lagu-lagu yang disajikan. Dari 800 kursi yang tersedia di GBB, TIM di hari pertama terjual 631 tiket. Penampilan special dari Ketua Panitia Pengawas Pemilu DKI Jakarta, Ramdansyah dan Politis Partai Golkar, Indra J. Piliang yang membacakan puisi juga menambah seru pentas ini.









 

Wednesday, May 9, 2012

Bukankah Hidup Semacam Pertaruhan

: Shanti Hapsari

sebut saja hatimu telah ditumbuhi cinta*
ada nama tenggelam dalam dada
sebuah wajah yang tak kunjung padam

kenapa masih senang juga kau meratapi hujan,
membuka buku cerita lama
--kisah purba--

jangan terlalu lama menakar hati,
menghitung musim, melupakan kenangan
hujan tetap menjadi hujan
selalu ada yang basah selepasnya

jangan hanya jadi pemimpi
yang tidur memeluk harapan
--tentang istana dan rajaraja--
 
bukankah hidup semacam pertaruhan
di meja judi
tidak bisa semua pemain
menang bersamaan



Jakarta, 9 Mei, 2012

*Dari puisi "semesta cinta" - Khrisna Pabichara

Tuesday, May 8, 2012

Mata Yang Kehilangan Kemarau

aku hanya ingin berjalan sendirian dalam keheningan malam. menelusur kenangan yang berlinang, yang membuatku kehilangan kaki. mataku telah kehilangan kemarau, sejak pertemuan kita di antara rak-rak buku tua berdebu.

kenapa kau datang membawa lubang? kemudian menjadikan hatiku lahan gembur untuk kau tanami luka. bersamamu lantas membuatku menjadi pemanen airmata.

memang, mataku telah kehilangan kemarau sejak di musim-musim lampau. dalam keheningan malam ini aku hanya ingin menelusur kenangan yang berlinang. sambil menatap purnama dalam hujan yang terus saja turun menderas.


Jakarta, 4 Mei, 2012

pic from here

Kado Ulang Tahun

nanti ketika hari ulang tahunku datang lagi
aku hanya ingin dihadiahi
puisi


Jakarta, 4 Mei 2012

Pic From here

Friday, May 4, 2012

Nama-Nama

sebab benci selalu datang pada nama-nama dalam puisi yang telah kau tuliskan.
dan aku bosan berkhayal dalam kepala,
merangkai cerita yang bermula dari sebuah nama.

kenapa masih selalu ada yang ingin kau simpan?

aku bertanya-tanya, kenapa pula aku tetap kerap menemukan nama,
meski telah kau hapuskan,
kau sembunyikan.



Salemba, 4 Mei, 2012

Tuesday, May 1, 2012

Quarter of A Century

hi all, thanks for all the "Happy Birthday".

thanks to my lovely husband for the surprise, those cake and candle in the very early morning.
thanks to all my greatest family & friends.

I am 25.
old enough, right? ^_^

pic from here

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails