Wednesday, June 15, 2011

Hey, I'm Fine!

Well, hear, everyone... Let's make it clear!

Berita itu sampai pada saya Senin malam lalu. Mba Nova, mantan supervisor saya di tempat kerja lama yang memberitahukannya lewat Blackberry Messanger (Bbm).


"Mei, Mas Hanis udah nikah."
"Oh, baguslah. Gak gangguin hidup gw lagi dong, hehe!"
"Dia baru cerita tadi ke gw. Sama si Acha itu."
"Iya lah, mau sama siapa lagi emangnya?! Gw kira baru pacaran aja sih, soalnya lagi seneng pamer foto berdua di Bbm-nya. Ya udah, Mbak, bagus deh. Biar tenang hidupnya."
"Lo gpp kan, Mei?"

Pertanyaan semacam itu juga yang ditanyakan sejumlah teman yang iseng-iseng saya kabari tentang cerita itu. "Lo gapapa, kan?" Memangnya saya ini harus kenapa? Oke, begini... Dia mantan pacar yang baru tiga bulan lalu putus dengan saya. Saya yang memutuskan hubungan kami setelah dua tahun. Lalu sekarang setiap orang menanyakan apakah saya baik-baik saja? Apakah saya tidak sedih? Nelangsa? Merana?

Ada dua orang teman yang dekat sekali yang menanyakan hal ini kepada saya. Pertanyaan tentang perasaan-perasaan itu. Saya jadi tertawa. Duh, kalian! Kalian itu kan korban-korban yang menjadi tempat saya bercerita setiap waktu, tapi sekarang malah menanyakan hal itu? Memangnya gak kenal saya ya?! Apa saya ini terlihat seperti orang sedih karena ditinggal kawin? Yang memutuskan hubungan kemarin itu pun saya dan (seharusnya sih) kalian tahu persis bagaimana perasaan saya. Hey, I'm fine! So, stop asking me about those feeling!

Ini ungkapan jujur dari hati saya. Saya tidak sedih, tidak kecewa, kaget sedikit memang. Bukan kaget karena dia menikah sebenarnya, tapi lebih karena waktunya, kok cepat sekali. Saya tahu dia orang yang akan berusaha keras mencapai target yang dia mau. Keinginannya memang menikah sebelum bulan puasa tahun ini. Kalau saya hubungkan dengan cerita yang saya tahu memang rasanya wajar. Dia harus pindah ke Bali untuk pekerjaan barunya, wajar saja dia ngebut pengen nikah sama perempuan Jogja ini, supaya bisa langsung diboyong ke sana. Toh kemarin pun hanya ijab kabul dan resepsinya menyusul setelah Lebaran nanti.

Soal jodoh saya sangat percaya dengan ungkapan "jodoh ditangan Tuhan" atau pun "tak kan lari jodoh dikejar." Berapa lama kalian menjalin hubungan dengan seseorang, berapa jauh rencana kalian, kalau memang bukan jodohnya saya percaya pasti ada saja cara Tuhan untuk menjauhkannya, begitu pula sebaliknya. Jadi, teman-temanku, jangan kirim bbm pada saya lagi hanya untuk bertanya apakah saya sedih atau tidak. Buat apa pula saya sedih, saya juga sudah punya pacar baru. :D





PS: Adis, don't you remember about the Bbm that I sent to you in the morning when I just want to say "I am so happy now"?



5 comments:

  1. Wooi, i know you so weeeellll...Hehe.. Gw tidak meragukan kebahagian lo saat ini, kalo lo masih umur belasan pasti lagi alay-alaynya nih.. :)

    Tapi perasaan yang gw maksud lebih ke perasaan 'heh, baru 3 bulan loh. Kirain sih bener-bener hancur hati lo?!"

    Dan gw tau lo sama sekali ga sedih krn ditingal kawin, yg di depan mata saat ini jauh lebih indah bukan, hahahha

    (Adis, dengan account 'anonymous')

    ReplyDelete
  2. hahaha... 3 bulan, so what?!

    ya sekarang iyalah, Dis, indah beneeer... :D


    (ga perlu status anonymous kalau nama disebut juga dodol)

    ReplyDelete
  3. oohh gitu ceritanya mei *nyimak* hahaha

    ReplyDelete
  4. Ceritanya tuh yaaaa... : dari tadi gw mencoba ngepost dengan identitas jelas tapi ditolak terus, gw coba anonim kali aja bisa, jadi gw udah persiapkan dgn identitas.. Taunya eh bener bisa...

    ReplyDelete
  5. ho'oh mama ditie, begitu ceritanya.. :)

    adis: ah, alesan aja kamu. memang tidak diakui namamu di dunia per-blog-an, haha :D

    ReplyDelete