Monday, March 21, 2011

Suatu Siang Di Sarinah

sabtu siang yang ramai dalam acara makan siang setelah perjalanan dari museum di Tanah Abang. riuhnya denting sendok garpu di meja kita, perut yang keroncongan dan bising kata-kata.

kaki kita sudah lelah berjalan sepanjang Monas-Tanah Abang. setiap kita punya cerita yang boleh apa saja. kita menceritakan kenangan lalu terbahak. selalu ada yang lucu dari masa lalu. mungkin kebodohan yang kita tertawakan sekarang. tawa yang tak habis-habis meski piring dan gelas sudah dikosongkan.

ah, mungkinkah kami ini kanak-kanak yang abadi?
segalanya sangat berarti. meskipun tanpa makna.*


Bekasi, 20 Maret 2011

*Puisi Rendra "Jalan Ungaran 8, Yogya."

No comments:

Post a Comment