Tuesday, October 5, 2010

Menulis Pagi

selepas malam-malam yang kita selingkuhi, aku mengingatmu dalam pagi.
dalam nyanyian Dua Ibu: Reda dan Tatyana. kamu, entah kapan kau bisa kutangkap? Kumohon jangan berlari.

kamu bilang, aku kamu miliki hanya saat malam. kenapa tidak setiap-setiap masa, kapanpun aku menginginkanmu. kenapa hanya pada malam ku kau miliki? Selalu kamu nyanyikan lagu itu.

"Kubiarkan cahaya bintang memilikimu, kubiarkan langit yang pucat dan tak habis-habisnya gelisah tiba-tiba menjelma isyarat, merebutmu ...."

kenapa kamu biarkan yang lain memiliki dan merebutku darimu?

kamu selalu mampu membaca aku. terlalu seringkah aku memberi isyarat itu? malam kita kan begitu sekejapnya. sementara banyak kata yang masih ingin kuucap sampai pagi muncul kembali.ketika embun membias nyawa. aku hanya mengenangmu dalam rasa yang gundah. menanti gelap lagi, agar segera bisa kucium wangi dekapmu dalam ilusi.

pagi ini mendung, gerimis datang kepagian. aku rindu kamu. kangen percakapan kita. kamu dimana? mengapa hilang? padahal aku ingin memelukmu. pada nyaman hangat dadamu. Hidup begitu indah ya? dan karena hidup itu indah aku menangis sepuas-puasnya.

suratmu sampai pagi ini;

"Mei, maaf ya. aku tahu kamu rindu. percayalah, aku pun masih memandangmu dalam suatu jarak. kamu tahu aku ada."

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails