Saturday, October 23, 2010

China, so what? Beragam Juga Bukankah Indah?

saya selalu heran kenapa ada banyak orang yang begitu membeda-bedakan orang hanya karena suku atau rasnya. jika kamu berasal dari Jawa, Padang, Kalimantan, Papua atau darimana pun apakah itu membuat kalian menjadi begitu berbeda? ataukah membuat kalian menjadi begitu istimewa daripada yang lain? bukankah kita tetap sama? manusia yang satu ciptaan Tuhan. 


banyak berita kekerasan, kerusuhan, pertikaian yang terjadi antar suku, antar ras. kenapa harus ribut membawa-bawa suku atau daerah? saya benci orang yang rasis. menurut saya, perbedaan sikap atau perilaku individu bukan berdasarkan dari daerah atau suku atau negara mana mereka berasal. sikap, tingkah laku, pola pikir setiap orang bisa berubah, berbeda, dan dipengaruhi oleh lingkungan atau orang-orang di sekitar mereka. saya rasa tidak bisa dipukul rata.


saya paling tidak senang menjawab pertanyaan orang yang menanyakan saya ini orang apa? memangnya kamu kira saya orang apa? orang gila? saya orang Indonesia, itu jawaban terbaik yang bisa saya jawab. memang saya orang Indonesia. kalaupun saya bukan orang Indonesia lalu kenapa pula? jika harus menyebutkan suku, saya sendiri kadang bingung. secara patrilineal, saya ini orang Makassar. papa saya berasal dari sana. tapi kalau papa saya mau ditanyakan beliau orang apa, dia pun selalu menjelaskan dengan panjang lebar.


keluarga saya berasal dari beraneka ragam suku, itu sebabnya jika ditanyakan orang apa saya menjawab orang Indonesia. jika mau melihat silsilahnya akan menjadi begitu banyak suku yang ada dalam keluarga saya. mama saya, ayahnya (kakek) berasal dari Jawa, yang ibunya Solo dan bapaknya Semarang-Ambarawa.   ibunya mama (nenek) berasal dari Palembang. Jadilah mama saya ini bersuku Jawa-Palembang. Lalu papa saya, papanya (Opa) berasal dari Makassar-Luwuk-China dan mamanya (Oma) dari China. jadi papa saya ini bersuku Sulawesi Selatan-China. 


iya, saya berdarah China! so what? dulu benci sekali jika ada yang memanggil saya China. memangnya dosa punya keturunan China? saya ini tidak putih, tidak sipit kenapa memanggil saya China? dulu saya selalu mengumpat dalam hati. jika ada orang yang menjelek-jelekkan orang China, dalam hati saya, mereka tidak tahu saja kalau saya ini juga berkeluarga China. kalian tahulah, orang di sini kan sering mengdiskreditkan bangsa tersebut.


sekarang saya tidak peduli. banyak teman-teman saya masih sering memanggil saya seperti itu, saya tahu mereka bercanda. jadi saya tidak perlu ambil hati. jika mereka memanggil saya cici, mei-mei, meilan, ling-ling, saya juga tidak ambil pusing. panggilan-panggilan seperti itu muncul begitu saja, sudah ada sejak saya SMP. sampai sekarang pun banyak yang memanggil-manggil saya cici, ya teman-teman saya itu.  saya biarkan saja.


dulu, saya punya sepupu yang jarang bertemu. pada suatu ketika saat mereka datang ke rumah kemudian memanggil saya cici, saya mengadu kepada mama, karena saya tidak mau dipanggil begitu. semua keluarga papa saya memang menikah dengan China, kecuali ya papa saya itu. Jadilah saya ini seperti cucu pungut jika berkumpul dengan keluarga dari papa. mereka putih-putih, sipit-sipit, saya dan adik-adik saya saja yang tidak begitu. 


ada teman yang pernah bertanya, katanya dia melihat pada Facebook saya, mengapa nama-nama yang tercantum dalam "Siblings" di Facebook saya itu namanya ada marga seperti orang China. ya memang seperti itu nama mereka, jawab saya. mereka memang China, dan memakai marga di belakang namanya. dia tanya kenapa saya tidak punya marga? (apa urusannya sih sama lo gue punya marga apa gak?!). saya memang tidak pakai marga. nama saya sejak lahir ya hanya Mentari Meida Rahmalah, gak pakai embel-embel lagi. saya juga tidak punya nama China. nama saya ya hanya itu. papa saya memang punya nama China, saya tidak tahu bagaimana cara membacanya, yang saya tahu hanya namanya berarti "Segerombolan Kambing" dan bermarga Liu.


marga Liu. digunakan sebagian besar sepupu saya dibelakang namanya. namun yang saya tahu, sebagian besar orang China suka mengubah marganya supaya terdengar agak ke-indonesia-an begitu. Saya tidak tahu apakah semua sepupu saya dari keluarga papa memiliki nama China sejak lahir. saya tidak tahu bagaimana sistem, proses atau apa lah namanya yang berhubungan dengan marga-marga itu. sebagian dari mereka ada yang menggunakan nama belakang Lewi dan ada pula yang menggunakan nama belakang Liwang, seperti papa saya itu. mungkin itu plesetan dari marga Liu tersebut, entahlah.


keluarga dari mama yang Jawa-Palembang itu pun beraneka ragam sukunya sekarang. semua adik-adik mama menikah dengan orang-orang yang berbeda suku dari keluarganya; Padang, Madura, dan Betawi. jika kami berkumpul sudah cukuplah untuk mewakilkan membaca sumpah pemuda, haha! ya, kami bangsa Indonesia.... 


saya bangga dengan keluarga ini. kami yang begitu beragam budaya dan agama bisa saling menghormati dan hidup bersama dengan menyenangkan. lalu apa yang perlu dipusingkan jika saya ini China, Jawa, Makassar atau Palembang sekali pun?! 

2 comments:

  1. Like this,benar2 seperti pembelaan buat saya. keluarga ibu saya benar2 china tulen, keluarga ayah saya keturunan pakistan, terkadang pembicaraan orang2 tentang keturunan china benar2 merendahkan,dan keluarga saya dari keturunan ayah yang pakistan selalu diindentikkan dengan teroris karena selalu memakai sorban dan gamis. ternyata banyak orang indonesia yang masih belum sadar bahwa pembahasan SARA seperti itu,sangat menyakitkan.
    great,nice blog,thx

    ReplyDelete

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails