Thursday, January 13, 2011

Yang Tidak Terbeli

baru saja empat hari ibunya pergi ke negara empat musim itu, ia merasa ketakutan pagi ini. mungkin udara yang begitu muram membuat hatinya merasa berduka. hujan hampir setiap malam turun begitu kencang, membuat ia selalu merapatkan lagi selimut sampai ke dagunya. ia memikirkan ibunya. bagaimana jika ibunya tidak pernah kembali lagi? akan seberapa berat hidupnya nanti? dengan ayahnya yang makin menua dan sakit-sakitan, adik perempuannya yang kebetulan sedang sakit dan terlihat seperti mayat berjalan. lunglai. dan adik lelakinya yang masih harus menyelesaikan kuliahnya.

sebagai anak pertama ia merasa ada beban yang begitu berat yang harus dipikulnya. belum lagi lelaki yang selalu menitipkan harapan setiap malam di bahunya. semacam ada kotak kaca berisi mimpi-mimpi yang tidak pernah letihnya lelaki itu mendesak-desakkan isinya sehingga kotak itu bisa menampung lebih banyak mimpinya. sementara ia ingin mengatakan, "aku tidak sanggup lagi."

kadang, ada sebuah kondisi yang membuat kita tidak mampu melawannya. gadis itu, dengan segala bebat yang selalu dibawanya kemana-mana, merasa lebih baik ia menerima pinangan lelaki itu. lelaki yang tidak dicintainya. meskipun akan mederita berkepanjangan tapi akan membantu keluarganya dalam situasi yang lebih baik. lelaki itu akan menolongnya. setidaknya, ia masih punya tempat untuk bersandar dan ada yang memeluknya ketika ia menangis.

Tuhan maha pembuat rencana. maka ia percaya saja, bahwa masih ada keriaan yang rahasia yang telah Tuhan persiapkan untuknya nanti. ia hanya harus belajar merelakan mimpi-mimpinya sendiri. mimpi-mimpi yang tidak pernah terbeli. tidak pernah terbeli...



No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails