Tuesday, January 4, 2011

Ia, Begitu Rahasia Menyimpan Duka

aku pernah melihat tawa
dari bibirmu yang merekah merah
canda yang kau kirimkan
pada percakapan petang kita
rindu yang kau sisipkan pelan-pelan
di bawah bantalku, pada malam-malam hujan
agar kita saling berpeluk dalam mimpi

mendadak, senyummu menjelma kemuraman pagi
yang tak disapa mentari
hatimu memalsu, menggambar raut
yang pura-pura, hanya menempel
sebagai topeng berwajah ceria

aku ingin menjelma kuntum bunga
yang merekahkan senyummu kembali
pelukan gerimis yang menenangkan resah daun-daun
dari angin sore yang nakal
menyanyikan lantunan tik... tik... tik...


namun kau bukan ilalang
yang mudah goyang
kau pokok yang angkuh
yang membisu cerita, diam saja
merahasiai bagaimana bunga-bunga
mekar lagi dari tubuhmu

aku rumput yang tumbuh
di bawah teduhmu
menemanimu saja
sambil bertanya-tanya
kenapa?


Jakarta, 4 Januari 2011

1 comment: