Thursday, March 12, 2015

Hai Hello 2015

Hai...

Akhirnya saya kembali menulis di blog ini! Ini sih gara-gara teman saya, Anda yang posting tulisan terbarunya di blognya dia yang senasib dengan blog saya, mati suri. Sudah tahun 2015 yaa, sudah lewat dua setengah bulan sejak awal tahun dan saya baru kembali untuk menulis. Saya sudah gak sempat lagi menulis soal resolusi-resolusi untuk tahun baru, hidup bagi saya kini dijalani saja. Like a roller coaster, it can bring you up and down. Just enjoy the ride!

Saya sedang menunggu-nunggu kelahiran anak kedua saya yang diprediksi lahir di awal April. Hasil USG beberapa bulan lalu menyatakan jenis kelaminnya perempuan. Yeeeaaayy! Lengkap lah ya sudah sepasang. Saya akan mulai cuti tanggal 27 Maret ini. Semoga nanti segala proses persalinan dan kelahiran bayi kedua ini berjalan dengan lancar seperti yang diharapkan.

Lalu, how's life? Time flies so fast, that is what i feel! Kadang saya merindukan waktu-waktu muda saya. *cailaaah, berasa tua banget yaak!* No.. No.. jelas dong saya masih muda belia dengan usia masih kepala dua, haha! Maksudnya di sini saya rindu masa dimana saya masih bisa kesana kemari dengan bebas, pergi pagi pulang pagi, ngumpul dengan teman-teman sampai malam, pacaran dengan suami tanpa perlu direcoki bayi, hihihihi! 

Sudah berapa banyak pertunjukan teater yang saya lewatkan. Berapa banyak film bagus yang sampai sekarang belum saya tonton. Berapa banyak buku yang belum dibaca. Saya sudah kurang update sama lagu-lagu paling hits jaman sekarang. Berapa banyak tempat nongkrong yang belum saya kunjungi. Perjumpaan dengan teman-teman juga semakin jarang terjadi. Malam mingguan hampir tidak pernah terjadi lagi. Nongkrong sampe pagi sambil ngobrol-ngobrol dipinggir jalan, mungkin bisa dilakukan masih empat sampai lima tahun lagi.

Buat yang baca tulisan di atas lalu berpikir "Duh, begitu banget ya jadi seorang ibu?!" saya cuma mau bilang "your life is your choice, and I've chosen my way"

Apa saya tidak menikmati waktu-waktu saya sekarang setelah menjadi ibu? Nope! I enjoy it so much! Kehadiran Langit, anak pertama saya, mengajarkan saya banyak hal, terutama dalam kesabaran dan kontrol emosi. Banyak hal lain pula yang saya jalani setiap hari dengan Langit menjadikan saya sadar betapa pentingnya kebersamaan dalam sebuah keluarga. Meski banyak hal-hal dulu yang tidak bisa saya lakukan lagi, bukan berarti kemudian hidup saya menjadi sengsara. Tidak sama sekali. Banyak hal yang digantikan dengan hal yang jauh lebih menyenangkan. Aaah, pokoknya banyak deh! Seperti setiap hari ada hal-hal baru yang jadi pelajaran yang bisa saya petik.

Pekerjaan? Status saya tetap sama seperti tahun-tahun lalu, seorang karyawati di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Ini tahun kelima saya di perusahaan ini. Boring? Yaaah, wajar dong ya! Tapi ya dinikmati saja lah hari-hari di sini. Mungkin setelah anak kedua lahir saya akan mempertimbangkan untuk mencari pekerjaan di bidang lain dan di tempat lain. But, we will see later! :D


Hidup kadang terasa lambat, di satu sisi rasanya melaju begitu cepat. Terkadang saya ingin menoleh lagi kebelakang, merasai yang telah lalu, tersenyum dan kembali berlari sambil menatap hari-hari di depan.


pic from here

Thursday, November 20, 2014

Welcome, You!

Ini berita bahagia yang telat dikabarkan. Saya senang, tak mengira, sedikit khawatir, tapi dibalik semua itu saya bersyukur. Saya bingung bagaimana merangkai kata berpanjang-panjang untuk berita ini. Jadi singkat saja ya, begini, saya sedang hamil lagi! :D

Well, ini sudah mau memasuki bulan kelima kehamilan saya. Adik bayi di dalam perut sudah mulai bergerak-gerak. Saya sendiri mulai berlatih yoga dan relaksasi hypnobirthing lagi. Saya mau melahirkan normal dan lancar lagi seperti saat melahirkan Langit dulu. Kehamilan ini bisa dibilang tak direncanakan. Saya sendiri kalau ditanya maunya hamil lagi saat Langit udah umur 2 tahunan. Eh tapi rencana Tuhan ternyata beda dengan mau saya. Jadi saya terima saja dengan senang hati. :)

Satu hal yang bikin hati agak miris adalah saya harus menyapih Langit di usia yang masih 1 tahun 4 bulan. Padahal saya kepengen banget bisa menyusui Langit sampai usia 2 tahun. Tapi dokter bilang maksimal menyusui Langit sampai usia kehamilan ini 20 minggu aja dan saya memang suka mules kalau lagi nyusuin Langit. Jadi, mau gak mau harus di stop deh. Belum lagi drama menyapih yang bikin sedih hati ini. Selama sebulan keteguhan hati saya untuk menyapih luntur setiap denger Langit nangis-nangis sambil narik-narik baju karena minta susu. Tapi kemudian setelah curhat ke beberapa teman yang kebetulan juga baru selesai menyapih anaknya, memang harus dikuat-kuatin hatinya, nangis-nangis drama kumbara pasti cuma berlangsung 2-3 hari aja katanya. Ternyata bener juga, begitu saya tega-tegain, 2 hari aja Langit langsung paham bahwa dia sudah harus di stop menyusunya. Malam pertama menyapih nangisnya kaya orang digebukin, hahaha! Saya sampe ngumpet dan pura-pura tidur dibalik bedcover. Malam kedua masih nangis-nangis tapi sudah mau minum saat dikasih botol airnya. Saat menyapih memang perlu banget bantuan dan dukungan suami yang siap setiap saat untuk menemani si bayi menghadapi malam-malam menyapihnya.

Doakan saya ya semoga kehamilan kedua ini berjalan lancar sampai ke persalinan nanti. Dan semoga saya dan adik bayi di dalam perut sehat-sehat semua. Saya sudah jarang menulis di sini, tapi nanti saat adik bayi sudah nongol pada waktunya pasti saya kabarkan di sini. Satu lagi, semoga adik bayinya kali ini perempuan ya. Doakan! :)


Ini foto adik bayi saat kemarin usia 11 minggu.

Friday, November 7, 2014

Mendengarkan Malam

kita berdua duduk
di tepi senja yang perlahan luruh
dengan kata-kata yang tiada
sampai malam pun tiba

hanya ada senyuman dan purnama
dan desau angin yang semilirnya
menggoyangkan helai-helai rambutmu

kita berdua duduk
mendengarkan malam
menghitung detik-detik yang berlalu
dengan senyuman yang diam
dan kisah yang tak terungkapkan


Jakarta, 7 November, 2014

pic from here

Monday, November 3, 2014

Kita Sekarang

Enam tahun yang lalu. Dan aku masih saja kerap bertanya pada diri sendiri, apakah aku masih menyimpan cinta? Separuh malam memimpikanmu, separuhnya dalam igauan. Kerap saja masih kutanyai diriku sendiri bagaimana kita sekarang jika kata perpisahan itu tak pernah diucap.

Apakah engkau pernah menyesali pertemuan kita di kedai kopi siang itu? Saat mulut kita sama-sama terkunci; kau tak berucap takut menyakiti, sementara aku diam, bisu, sebab sebetulnya telah terlanjur hancur. Namun aku tak akan lupa bagaimana aku tetap mampu tersenyum ketika kau menggenggam tanganku saat perjalanan pulang kita siang itu setelah kisah kita diakhiri.

Kita sekarang, sudah jauh dalam perjalanan masing-masing. Namun beberapa kali kau masih saja kutemui. Bertukar kata dan sapa, sejenak senyuman, dan sama-sama merasai dan mengerti tak perlu lagi mempertanyakan rasa yang dulu pernah ada.

Kita sekarang, aku tahu, tetap menjaga agar semua baik-baik saja. Seperti semula, seperti janji kita siang itu di sebuah kedai kopi.


Jakarta, 3 November 2014. 


pic from here



Friday, June 13, 2014

Aku Batu

aku dipaksa menjadi batu
batu yang keras dan mati rasa
sehingga ketika kalian melemparku dari ujung jurang
aku hanya akan hancur tanpa rasa

aku adalah batu
batu yang tak punya rasa
sehingga ketika kalian menginjak-injakku
aku takkan merasa apa-apa

aku dipaksa menjadi batu
dan menyaksikan kalian tertawa-tawa



Jakarta, 13 Juni 2014
-ketika hati dirundung mendung sementara matahari terik di luar sana-