Thursday, September 22, 2011

Meneer Perlente

Oleh: Lou Cui Ceng - Indramayu


Kepada sekalian pembaca Dames, Heeren, oudste en jongste,
Disini kita disuguhken sairan getitled "Meneer Perlente".

Yang sehari-harinya berpakean precies als een Keizer,
Dengan kelakuan sombong als heeft een huis van ijzer.

Dia selalu hidup senang zonder hard te werken,
Maskipun dia punya utang kan niet di-reken.

Saban sore gaat hij met zijn fiets gerijden,
Tida perduli badan mesum nog niet gebaden.

Asal saja bisa lekas liat Indlansche vrou loopen,
Omdat kalu bisa hij wil vlug te koopen.

Tapi, astaga, baru saja meer dan een jaar,
Marika punya utang semua kan niet membajar.

Sampe alle menschen zeggen, dia kliwat terlalu,
Omdat dia utang perlunya om te wandelen melulu.

Itu meneer sudah tentu word erg cilaka,
Omdat alle reintenieren tentu menyadi murka.


Jang terhormat tuan pembaca tuwa dan muda,
Saja harep sekalian jangan sampe berluda;
Kerna saja tidak masuk sekola Blanda,
Jika ini sairan salah harep dibikin suda.



diterbitkan dalam majalah Panorama, 6 Juli, 1927

4 comments:

  1. bah, ada bahasa aliennya. heheheh.. jdi pengen tau artinya. :D

    ReplyDelete
  2. tadi mau bikinin terjemahannya, tapi gak jadi, hehehe...

    ReplyDelete

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails