Monday, August 22, 2011

Sawasdee Kaa

Buat saya pribadi (hampir) semua acara jalan-jalan itu enak. Jalan-jalan gak harus mahal, jalan-jalan gak harus keluar negeri. Tapi kalau bisa jalan-jalan keluar negeri, gratis pula, itu namanya enak banget! Hehehe.... Seperti kata Trinity-Naked Traveler mau jalan-jalan itu banyak caranya. Salah satu cara bisa jalan-jalan enak adalah yang dibiayai perusahaan.

Boss besar saya si Jarjit itu sedang berubah jadi Santa Claus yang baik hati, sehingga outing perusahaan tahun ini diadakan di Pattaya-Bangkok, Thailand, selama empat hari. Semua biaya perjalanan, penginapan, dan makan dibiayai. Kecuali untuk belanja. Ya iyalah! Seharusnya dan biasanya acara outing kantor selalu diselingi training, jadi gak pure jalan-jalan doang. Tapi lagi-lagi karena si Jarjit itu mungkin lagi kesambet tuyul entah dari mana, outing kali ini murni semurni emas 24 karat, cuma jalan-jalan aja. Meski sampe bosen rasanya dengar dia berkali-kali harus bilang ke semua karyawan, "don't say to clients it's holiday, I told them it's training program, alright?!" 

Buat saya yang senang jalan-jalan, ternyata meski gratisan ada hal-hal yang gak enak juga yang saya temui di perjalanan kali ini. Ini pertama kalinya saya pergi (pure) jalan-jalan dengan orang-orang kantor, yang gak semuanya anak muda, yang gak semuanya enak-enak, yang gak semuanya se-passion dengan saya.

 So, here is the sucks-yummy things list of it...


Enaknya...

1. Pastinya karena gratis. Dan tepat dua hari sebelum pergi THR dibagikan. Hehe...


* Karena saya dan seorang teman lagi, Mbak Riana namanya,  yang mengatur sejak awal untuk trip ini, kami jadi kenal dekat dengan Tour Leader dari agen perjalanannya di Indonesia, Mbak Dewi. Keuntungan berhubungan baik dengan sang Tour leader adalah:


2. Kamar saya, Maria dan Mbak Riana saat menginap di Bangkok di upgrade ke kamar di lantai suite. Kamar yang di upgrade cuma ada dua. Kamar si Jarjit dan kamar kami bertiga. Coba, kapan lagi jalan-jalan dan tidur di kamar yang setipe sama Boss besar?! Hehe.... Yang paling oke menurut saya adalah kamar mandinya yang transparan 100%. Jadi yang berada di dalam kamar mandi bisa dilihat dari luar. Ini sih cocoknya buat yang honeymoon. Ditambah shower-nya yang mantep banget deras curahan airnya, berasa mandi hujan di jalan. Jadi inget shower di kamar mandi kosan yang airnya cuma ngalir seiprit. Hiks.


3. Yang namanya jalan-jalan berombongan, kadang gak bisa pergi ke tempat yang sesuai keinginan kita. Tapi hal itu bisa terjadi kalau ada kongkalingkong sama Tour Leader. Saya dan Maria yang dari awal sudah ngebet mau ke Platinum, akhirnya ditawarkan Mbak Dewi untuk menyelipkan tempat tersebut dalam itinerary pada hari terakhir kami di Bangkok, yang memang hari itu jadwalnya cuma shopping. Padahal kami gak maksa lho, cuma terlalu sering bilang pengen ke Platinum doang. Sekali-kali mempraktekkan nepotisme gak apa lah. Hihihi.... 


4. Karena kebetulan sang Tour Leader juga doyan belanja, kami bertiga kemana-mana selalu bersama dengan Mbak Dewi. Karena dia sudah sering ke Bangkok, pastinya lebih tahu tempat-tempat yang oke buat shopping. Seperti saat kami di Chatuchak, weekend market yang gede banget dan rame abis. Buat yang baru pertama kali pergi ke sana, kalau gak lihat peta di pintu masuknya, pasti akan muter-muter ngabisin waktu cuma buat nyari area yang jualan baju. Sementara pergi dengan rombongan, waktu untuk belanja saja dibatasi, pada jam sekian sudah harus kembali ke meeting point. Karena kami pergi bareng dengan Mbak Dewi, dia langsung tahu dimana letaknya area yang kami cari. Tahu di mana letaknya jika mendadak cari toilet dan money changer terdekat. Dan tau jajanan apa saja yang enak dan murah. Mantap!!!


5. Lagi-lagi nepotisme nih. Request tempat duduk sebaris saat di dalam pesawat. Hehehe....




Tapi sekali lagi saya bilang, meski gratis, jalan-jalan bareng puluhan orang begini tetep ada juga yang bikin kesel. Gak enaknya...


1. Karena pergi saat bulan puasa, banyak orang yang ngeluh capek, panas, ngantuk, sehingga lebih sering ngedumel saat di suruh turun di sebuah tempat tujuan, karena mereka lebih memilih stay di bus aja daripada panas-panasan di luar. Sementara kalau gak dipaksa-paksa turun, nanti saya dan Mbak Riana yang dipelototin si Jarjit, karena bocah-bocah itu pada males-malesan. Ini paling bikin bete buat saya. Karena, tidak ada yang memaksa mereka untuk ikut sejak awal. Si Jarjit pun sudah bilang ini akan diadakan saat bulan puasa. Dulu mereka tidak ada yang komentar keberatan sejak awal ditawarkan. Sekarang begitu sudah pergi cuma pengen ngadem dan molor, ngapain jauh-jauh ke Thailand segala kalau gitu. Huh!


2. Pergi dengan segerombolan orang, tepatnya 35 orang, memang lebih sulit menyatukan kepala dibandingkan pergi dengan sekelompok kawan dekat yang memiliki passion yang sama terhadap jalan-jalan. Saya kalau jalan-jalan, mau panas mau hujan, pasti dihajar. Bangun pagi pulang pagi juga, hayuuks aja. Kaki pegel-pegel dan badan cenat-cenut karena jalan seharian buat belanja atau muter-muter, gak masalah. Tapi pergi sama gerombolan ini, yang hampir separuhnya emak-emak paruh baya, mana mungkin bisa begitu. Paling nyebelin buat saya kalau orang jalan-jalan banyakan ngeluhnya. Duh, gak menikmati hidup banget deh!


3. Dikometari soal belanjaan sama emak-emak yang sepanjang perjalanan cuma pengen duduk adem dan makan doang. Yaelah, bikin males abeeesss.... Ada tiga orang yang paling saya hindari selama perjalanan ini, kalau bisa jauh-jauh deh. Bahkan saya dan beberapa orang teman bikin kode rahasia yang kami ucapkan kalau ketiga orang ini mendekat. Pait... pait... pait... pait... pait... pait... pait.... (kaya orang ngusir lebah). Tiga orang ini adalah emak-emak yang kerjaannya cuma ngikutin yang anak-anak muda belanja, mereka sendiri gak belanja, tapi mulutnya gak berenti-berenti nyerocos. Terus dikit-dikit bilang, "gak usah beli itu, di Jakarta juga ada," "gak usah beli, mahal, ngapain ngabis-ngabisin duit," "udah dapet berapa puluh tuh belanjaannya?!" *tatapan muka sambil nyindir* Rasanya pengen saya kemplang mulutnya pake panci. Saya malahan sampe betul-betul lari dari mereka saat saya dan Maria sedang berada di MBK buat beli tas. Mendadak mereka muncul di belakang kami sambil komentar ini itu, saya cuma pura-pura gak dengar, lalu langsung narik tangan Maria sambil bilang, "Eh, kabur aja yuk, cepetan lari."  Dan berhasil lah kami kabur keluar dari toko itu lewat pintu di sisi lainnya. Saat balik ke meeting point salah satu dari mereka cuma nyinyir bilang, "Meida sama Maria kalau belanja gesit banget."  Bodo amat, emang gue pikirin! 

4. Masalah waktu yang dibatasi. Biasanya ikut tur dari agen wisata mereka sudah membuatkan jadwal perjalanannya. Demi mengejar target untuk terpenuhi semua tempat tujuan wisatanya, ya mau gak mau semua peserta diburu-buru deh. Di tempat A cuma 2 jam, di tempat B satu jam aja, jam segini harus sudah balik ke meeting point, jangan telat, dan blablabla. Yang paling bermasalah ya jelas aja saat shopping time.




Dan hal "aneh" (buat saya ini aneh banget) yang saya temukan saat pergi dengan segerombolan orang ini, ternyata ada lho orang yang saat jalan-jalan memang gak mau bawa kamera dan gak suka foto. Bahkan males-malesan bergabung saat foto bareng-bareng satu kantor sekali pun. Dan ngedumel sendiri kalau liat orang lain asik foto-foto. Alesannya: Ih, gue sih ogah narsis. Heh??!!!

Ini mah sumpah aneh bener. Kalau kucluk-kucluk lo foto-foto muka lo sendiri yang nyengar-nyegir gak jelas dengan latar belakang seenak jidat, baru itu namanya narsis. Tapi kalau jalan-jalan, yang difoto bukan cuma muka lo sendirian, ada tempat-tempat keren, kegiatan orang-orang lokal yang menarik, hal-hal yang gak bisa ditemukan di Jakarta, juga bisa jadi objek foto. Buat saya, selain uang, kamera adalah benda penting nomer dua yang wajib dibawa saat jalan-jalan.




Well,  sekian curhat saya yang abis jalan-jalan. :D
 

pic from here


2 comments:

  1. hwaaaa.. meida i envy youuuu!! akhirnya ada berkah setelah disuruh jual obat bekas!! lemparin oleh2 doooonggggg!!

    ReplyDelete
  2. Iboy: Lemparin banciiiii... tangkeeeppp, boy! :D

    ReplyDelete

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails