Saturday, November 6, 2010

Luka Putih Merapi


jejak itu tertinggal
panas, debu, luka
putih yang mengiris wajah-wajah mereka
tanda puncak yang murka.

wajah-wajah yang bahkan kita
tak tahu lagi harus menyebutnya apa
tidakkah kau rasa ngeri
nyeri...

mungkin kau lihat dukanya,
hanya dalam sebuah jarak
pada kaca yang cembung
diam, miris yang membuat merinding
menangis

putih Merapi yang meninggalkan kerontang
membakar mereka, meleleh
luka-luka dan duka-duka
menyapu wajah-wajah yang tak berdosa

pilu yang luar biasa
betapa amarahnya
gemuruh tengah malam, siang-siang
amuknya yang tak kenal waktu
belum juga jemu

manusia-manusia yang luka
lihat matanya!
luka ataukah harap yang masih mungkin nyata?
manusia-manusia berselimut putih Merapi
pedih dan ngilu

maka, usaplah semampumu
dengan sejuk yang menghangatkan
biarkan mereka serasa dipeluk
dalam duka


"Jika airmatamu mengering, bahkan sebelum ia mengalir, biarkan agar luka-luka ini yang memuliakanmu nanti."


Jakarta, 5 November 2010

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails