Tuesday, July 17, 2012

Coin A Chance

LET'S HELPING KIDS BACK TO SCHOOL!


Yup, let's start to helping them, guys! Sejak kemarin sore saya mulai mengirimkan brodcast messanger hampir ke semua kontak di Blackberry, isinya berupa ajakan untuk mulai mengumpulkan koin demi membantu anak-anak kembali ke sekolah. Semua diawali kemarin siang ketika saya dan suami sedang main di Taman Ismail Marzuki. Secara kebetulan suami saya bertemu seorang temannya yang juga wartawan dan ia mulai bercerita tentang gerakan ini. COIN A CHANCE.

Coin A Chance, sebuah gerakan sosial untuk mengumpulkan ‘recehan’ atau uang logam yang bertumpuk dan jarang digunakan. Uang yang terkumpul akan ditukarkan dengan "sebuah kesempatan" bagi anak-anak yang kurang mampu agar mereka dapat melanjutkan sekolah lagi.

Saya langsung teringat uang recehan yang biasa saya tabung di rumah. Saya hanya mengumpulkan tapi tidak tahu nanti akan diapakan. Bahkan sebelum saya menikah dengan Gema, ia pun terbiasa mengumpulkan uang recehan di dalam kaleng, dan kami pernah membongkar dan menghitungnya. Sebagian pernah dipakai tapi sisanya masih banyak di rumah.

Saya berniat membantu mereka dengan mengumpulkan recehan. Saya yakin kalian juga bisa! Saya rasa ini bukan sesuatu hal yang baru. Hampir kita semua terbiasa memiliki dan mengumpulkan receh, ditaruh di dompet, diletakkan begitu saja di rumah, dipakai untuk kasih pengamen, atau yang lainnya. Jadi SUSAH bukanlah sebuah alasan yang masuk akal. Bahkan tanpa diminta recehan itu kadang datang kepada kita.

Caranya gimana? Gampang! Kumpulkan saja dulu koin recehan yang kalian punya. Kalian juga bisa minta recehan teman-teman kalian, atau ceritakan tentang ini kepada orang lain dan mulai kumpulkan. Pihak dari Coin A Chance secara regular akan mengadakan pertemuan yang disebut Coin Collecting Day di tempat-tempat berbeda. Di sanalah kalian dapat menyetorkan koin-koin yang sudah kalian kumpulkan.

Info mengenai tempat dimana mereka akan berkumpul akan diberitahukan melalui website dan Twitter mereka. Silahkan kunjungi websitenya di http://www.coinachace.com/ atau follow Twitternya di @coinachance dan @anggiapoe3 untuk informasi lebih banyak.

Kalau ada yang berniat mengumpulkan koin, tapi kemudian bingung atau takut nanti tidak tahu menyetorkannya kemana, saya dengan senang hati bersedia untuk menampung koin kalian dan akan menyetorkan kepada pihak Coin A Chance setiap mereka mengadakan Coin Collecing Day. So, do not hesitate to contact me.

FYI, Coin A Chance tidak hanya berada di Jakarta, tapi juga di beberapa kota lain di Indonesia, seperti Bali, Bogor, Bandung, Semarang, Makasar, Jogja.



Pic From here



Friday, July 13, 2012

Tentang Malam-Malam Insomnia

ada hujan singgah di beranda malam-malam
melantunkan melodi liris di kaca jendela
apa yang tersisa selepasnya
hanyalah keheningan
yang mengantar berkelana
pada ingatan-ingatan paling dalam
tentang airmata dan dada
yang menjadi serpihan kaca


Jakarta, 9 Juli, 2012

Tuesday, July 3, 2012

Horrible

It's horrible when I lost my words and realize it's almost a month I didn't write anything in this blog. Even a poem or a story. At all.


Pic from here

Thursday, June 7, 2012

Dari Sebuah Senja di Bulan Juni

Suatu hari, semestinya kita mampir di sebuah senja, Ma. Duduk bercengkrama tentang kisah lama, tentang airmata jatuh yang jadi kupu-kupu, di taman kota yang dulu kerap kita singgahi.

Di sini senja selalu merah. Di jalanan beraspal yang pengap oleh deru debu dan gegas gesa orang-orang. Seharusnya tak perlu dinding rumah dan pergelangan tangan mereka dihiasi dengan jam yang tak berhenti berdetak itu. Kecemasan dan gelisah yang buru-buru. Kemudian hidup hanya jadi batu.

Kota sering kali menjelma peron stasiun. Ramai dan sepi saling berdesakkan. Orang-orang menunggu kereta yang mengangkut segala kenangan serta harapan. Menanti pertemuan kemudian bersiap dengan kehilangan. Di peron stasiun semua orang mengadakan pementasan. Melemparkan kata demi kata dan tawa yang tumpang tindih dengan luka.

Senja mengirimkan ingatan tentang kota yang berubah menjadi taman hiburan. Wanita-wanita yang tak habis berbicara tentang sepatu dan rias wajah. Hilir mudik dengan topeng warna-warni di wajah mereka yang gelap. Sesekali mampir ke kamar mandi, merapihkan letak bulu mata palsu mereka yang mungkin geser. Sementara di ujung jalan langit selalu abu-abu di mata sebagian yang lainnya.

Aku tak ingin hidup hanya menjadi sekumpulan diksi yang sia-sia. Habis digerogoti lara dan detak detik waktu yang hampa. Namun juga aku tak bisa selalu menjadi peri. Hinggap di bunga-bunga dengan sayap warna-warni. Sebab musim tak selamanya semi. Hidup sering kali memaksa kita menjadi iblis yang mencipta neraka di kepala dan dada orang-orang. 
 . 

Di bawah tempat tidur masih kita simpan sekaleng mimpi-mimpi orangtua. Dan mengajari anak-anak kita kelak merapal doa agar celaka jauh dari mereka.

Suatu senja nanti kita duduk di sebuah taman kota, Ma. Ketika tubuh dan jiwa khatam jadi pengembara. Maka sore hanya tentang desau angin yang menggelitik daun-daun untuk jatuh dan tiada.


Jakarta, Juni 2012


pic from here





Tuesday, May 29, 2012

Last Forever

I'm gonna take this moment and make it last forever. I'm gonna give my heart away and pray we'll stay together. 'Cause you're the one good reason, you're the only boy that I need. 'Cause you're more beautiful than I have ever seen. I'm gonna take this night
and make it evergreen. 
 -Evergreen-


: Our 1st Year

Aku akan masih di sini hingga puluhan tahun mendatang. Tetap merapalkan doa-doa dalam diam di setiap pagi --yang lebih sunyi dari munculnya embun di helai dedaunan--. Menyelipkannya di saku kemejamu dan meletakkan sebagian di bawah bantalmu ketika malam datang. Berharap agar semua doa yang kukirimkan akan selalu menjagamu, menjagaku, menjaga kita. Agar tak sesat.

Aku ingin terus di sini, hingga ribuan hari ke depan. Berpegang tangan, menelusur pelangi. Dan meski hujan pasti singgah di genting rumah kita tapi aku ingin menari atau berlari bersamamu di bawah rintik-rintiknya. Atau menikmatinya lewat jendela dari dalam kamar kita. Bukan mengutukinya. Sebab kita akan selalu belajar dari rintik-rintik yang jatuh itu.

Aku di sini, hari ini, mengenang malam-malam yang pernah kita singgahi. Aku mungkin tak pernah tahu bagaimana engkau mengingat kisahnya. Tapi aku tak akan pernah lupa sebuah malam dengan kerlap kerlip lampu jalanan. Matamu yang berbinar itu.  Di atas sebuah gedung dan di taman kota, ketika cinta dipertegas arti hadirnya. Kau tahu? Hanya itu --dari masa lalu-- yang terindah yang aku punya.


Aku akan selalu di sini. Mencintaimu sampai habis waktuku. Sampai akhir nafasku.
 



pic from here